Indonesia Jadi Target Utama Serangan Siber
Jumat, 5 Oktober 2018 | 20:56 WIB
Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Rudiantara mencatat, dalam satu hari, ada lebih dari 10 juta serangan siber di seluruh dunia. Celakanya, Indonesia selalu masuk dalam daftar target utama para penjahat siber.
Menkominfo menyampaikan, dalam beberapa hari terakhir, Indonesia berada di urutan ketiga dalam daftar "top targets by country" dari serangan siber di bawah India dan Amerika Serikat. Di bawah Indonesia ada Australia, Meksiko, Inggris, Brasil, Norwegia, Filipina, dan Tiongkok.
"Ada lebih dari 10 juta serangan siber di seluruh dunia dalam satu hari. Serangannya juga sangat beragam, seperti malware, DDoS, sampai phishing," kata Rudiantara, di gedung Kemkominfo, di Jakarta, Jumat (5/10).
Rudiantara mengakui kebutuhan SDM yang memiliki kemampuan dalam mengatasi ancaman serangan siber di Indonesia sangat tinggi. Sementara jumlah SDM yang tersedia masih sangat minim. Untuk menjawab tantangan tersebut, sejak tahun lalu sudah digulirkan program Born to Protect yang merupakan program untuk menjaring gladiator-gladiator muda di bidang cyber security. Program ini digagas oleh Xynesis dan didukung penuh oleh Kemkominfo.
"Saat ini sudah ada 1.000 peserta program Born to Protect yang tersertifikasi. Kita harapkan mereka ini bisa menjadi cikal bakal SDM yang akan memproteksi negara kita dari serangan siber," ujar Rudiantara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




