Indonesia Jadi Target Utama Serangan Siber

Jumat, 5 Oktober 2018 | 20:56 WIB
H
FB
Penulis: Herman | Editor: FMB
Menkominfo Rudiantara menyampaikan keterangan pers tentang upaya penanganan serangan dan antisipasi
Menkominfo Rudiantara menyampaikan keterangan pers tentang upaya penanganan serangan dan antisipasi "malware" Ransomware WannaCry di Jakarta, Minggu 14 Mei 2017. (Antara)

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Rudiantara mencatat, dalam satu hari, ada lebih dari 10 juta serangan siber di seluruh dunia. Celakanya, Indonesia selalu masuk dalam daftar target utama para penjahat siber.

Menkominfo menyampaikan, dalam beberapa hari terakhir, Indonesia berada di urutan ketiga dalam daftar "top targets by country" dari serangan siber di bawah India dan Amerika Serikat. Di bawah Indonesia ada Australia, Meksiko, Inggris, Brasil, Norwegia, Filipina, dan Tiongkok.

"Ada lebih dari 10 juta serangan siber di seluruh dunia dalam satu hari. Serangannya juga sangat beragam, seperti malware, DDoS, sampai phishing," kata Rudiantara, di gedung Kemkominfo, di Jakarta, Jumat (5/10).

Rudiantara mengakui kebutuhan SDM yang memiliki kemampuan dalam mengatasi ancaman serangan siber di Indonesia sangat tinggi. Sementara jumlah SDM yang tersedia masih sangat minim. Untuk menjawab tantangan tersebut, sejak tahun lalu sudah digulirkan program Born to Protect yang merupakan program untuk menjaring gladiator-gladiator muda di bidang cyber security. Program ini digagas oleh Xynesis dan didukung penuh oleh Kemkominfo.

"Saat ini sudah ada 1.000 peserta program Born to Protect yang tersertifikasi. Kita harapkan mereka ini bisa menjadi cikal bakal SDM yang akan memproteksi negara kita dari serangan siber," ujar Rudiantara.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon