Pembangunan Jembatan Kemang Pratama Dikebut, Jalan Ditutup 7 Hari

Kamis, 1 November 2018 | 10:29 WIB
MN
FB
Penulis: Mikael Niman | Editor: FMB
Ilustrasi macet.
Ilustrasi macet. (Antara/Antara)

Bekasi - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi bakal merekayasa lalu lintas di sekitar pembangunan jembatan Kemang Pratama, Bekasi Selatan. Rekayasa arus lalu lintas ini dilakukan Dishub Kota Bekasi menyusul ditutupnya jalan di sekitar pembangunan proyek, mulai 3-10 November ini.

"Kami melakukan manajemen lalu lintas melalui rekayasa lalu lintas mulai tanggal 3 hingga 10 November, selama tujuh hari. Masyarakat pasti akan terkena imbas dari penutupan jalan tersebut, kami mohon untuk bersabar," ujar Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan, Kamis (1/11).

Dia mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi jauh hari sebelum penutupan jalan bakal dilaksanakan besok lusa.

"Sosialisasi penutupan jalan sudah lama kami lakukan melalui spanduk, leaflet, sosialisasi di kecamatan, kelurahan hingga forum RW setempat, sudah kami lakukan. Bahkan, pemberitahuan melalui VMS (variable message sign) juga kami lakukan," katanya.

Jembatan Kemang Pratama yang sedang digarap berda di Jalan Raya Pekayon, Bekasi Selatan. Jembatan ini sebagai akses masuk menuju ke Perumahan Kemang Pratama dan menuju ke Rawalumbu. Jembatan existing sudah tidak mampu lagi menampung kapasitas kendaraan yang hilir mudik. Pemerintah Kota Bekasi membangun jembatan baru di samping lokasi jembatan lama.

"Setelah kami melakukan sosialisasi dan melakukan rapat koordinasi dengan semua pihak, diputuskan hanya kendaraan roda empat yang tidak boleh melintas di jembatan existing sedangkan kendaraan roda dua atau sepeda motor masih boleh melintas di jembatan lama," sambung Kasi Pengendalian dan Keselamatan Dishub Kota Bekasi, Bambang Normawan Putra.

Dia mengatakan penutupan jalan untuk kendaraan roda empat atau mobil mulai dilakukan Sabtu (3/11) pukul 00.00 WIB.

"Selama penutupan jalan, kami mengerahkan personel Dishub sebanyak 20 orang per shift. Mereka akan bertugas dalam dua shift per harinya jadi ada 40 personel Dishub," tuturnya.

Selain kendaraan roda empat, personel Dishub juga melarang masuk kendaraan golongan III ke atas melintas di sekitar lokasi..

"Selain kendaraan roda empat, kendaraan di atas golongan 3, memang sudah dilarang melintas Jalan Raya Pekayon," ucapnya

Dia menambahkan, masyarakat yang bermukin di wilayah timur saat ini menghadapi pembangunan jembatan layang di Cipendawa dan Rawapanjang. Sedangkan warga yang berada di sisi selatan dihadapkan dengan pembangunan Tol Becakayu.

"Ditambah lagi dengan adanya penutupan jalan di sekitar pembangunan jembatan Kemang Pratama, semakin terjadi kepadatan pada jam-jam sibuk. Kiranya, masyarakat bersabar," ucapnya.

Dia meminta kepada pengguna jalan untuk mengikuti petunjuk dan arahan personel Dishub di lapangan.

Sementara itu, Pelaksana Proyek PT Bina Inkrah, Febry DS, mengatakan jika pembangunan telah selesai sebelum tujuh hari, pihaknya akan segera membuka jalan. "Secepatnya, jalan akan kami buka kembali," imbuhnya. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon