Ancaman Ransomware WannaCry Belum Berakhir

Selasa, 20 November 2018 | 16:29 WIB
H
YD
Penulis: Herman | Editor: YUD
Menkominfo Rudiantara menyampaikan keterangan pers tentang upaya penanganan serangan dan antisipasi
Menkominfo Rudiantara menyampaikan keterangan pers tentang upaya penanganan serangan dan antisipasi "malware" Ransomware WannaCry di Jakarta, Minggu 14 Mei 2017. (Antara)

Jakarta - Serangkaian serangan siber malware kripto WannaCry yang terjadi pada Mei 2017 masih dianggap sebagai salah satu epidemi ransomware terbesar dalam sejarah. Meskipun Microsoft telah merilis patch dalam sistem operasi Windows untuk menutup kerentanan yang dimanfaatkan oleh EternalBlue dua bulan sebelum dimulainya serangan, WannaCry nyatanya masih dapat menyerang ratusan ribu perangkat di seluruh dunia.

Dalam laporan evolusi ancaman TI Q3 dari Kaspersky Lab, serangan ransomware WannaCry masih menduduki puncak daftar malware kripto yang paling banyak tersebar di seluruh dunia. Serangan-serangan tersebut menyumbang sebanyak 28,72% dari keseluruhan pengguna yang ditargetkan oleh malware kripto di Q3 2018, meningkat dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai 16,78%.

Seperti yang dilakukan oleh malware kripto, WannaCry mengubah file di komputer korban menjadi data terenkripsi dan meminta sejumlah uang tebusan untuk kunci dekripsi. Meskipun sebagian besar PC di seluruh dunia telah diperbarui untuk menolak eksploitasi EternalBlue, statistik menunjukkan bahwa para pelaku kejahatan siber masih mencoba untuk mengeksploitasi komputer-komputer yang belum melakukan patch, dan terbukti masih banyak.

Secara keseluruhan, solusi keamanan Kaspersky Lab telah melindungi 259.867 pengguna unik dari serangan malware kripto. Stastik menunjukkan kenaikan yang tinggi sebesar 39% sejak Q2 2018 yang berjumlah 158.921.

Melihat WannaCry sebagai bagian dari malware kripto, Indonesia berada di urutan ke-6 sebagai negara yang paling banyak mendapat serangan malware kripto pada Q3 2018 di atas Mozambique, Ukraina, dan Tanzania. Sementara lima Negara urutan teratas adalah Afganistan, Uzbekistan, Kazakhstan, Belarus, dan Vietnam.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon