Bencana Puting Beliung, Pemkot Bogor Ajukan Status Tanggap Darurat
Sabtu, 8 Desember 2018 | 13:14 WIB
Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengajukan status tanggap darurat kepada Pemprov Jabar guna penanggulangan bencana puting beliung. Jumlah rumah yang terdampak mencapai 1.697 rumah. Pemkot akan memberikan bantuan untuk merenovasi rumah hingga Rp 10 juta.
Usai melakukan peninjauan ke lokasi bencana pasca peristiwa puting beliung, Wali Kota Bogor Bima Arya langsung menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas instansi penanganan bencana di Balai kota Bogor, hingga Jumat (7/12) malam.
"Usulan secepatnya dilakukan melakukan untuk memulihkan kondisi pascabencana lebih massif dan terstruktur, kami meminta bantuan ke pemprov (Jawa Barat) sebesar Rp 6 miliar," paparnya.
Dalam Rakor tersebut diketahui data terbaru mengenai jumlah unit rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung. Menurut Bima, data tersebut didapat dari Lurah di wilayahnya masing-masing.
"Ada delapan Kelurahan yang terdampak, seperti Batutulis, Lawanggintung, Pamoyanan, Cipaku, Ranggamekar, Sukasari, Baranangsiang, dan Babakan Pasar. Estimasi kerusakan rumah akibat bencana puting beliung kemarin bertambah jadi 1.697 unit," ungkap Bima Arya di Balai Kota Bogor.
Lokasi terparah berada di Kelurahan Batutulis dengan jumlah 472 unit rumah rusak, 280 unit di antaranya rusak berat. Kemudian di wilayah Pamoyanan dengan 452 unit dengan 250 di antaranya rusak berat. Lalu di Cipaku 224 unit, Babakan Pasar 178 unit, Sukasari 139, Lawanggintung 112 unit, Ranggamekar 65 unit dan Baranangsiang 55 unit.
"Saya instruksikan untuk rekan-rekan di wilayah melakukan pendataan rumah tersebut sesuai kategori, yang mana rusak berat, sedang dan ringan. Harus by name by address. Cek juga status kepemilikan tanah agar tidak terjadi masalah baru," Bima menekankan.
Ia menambahkan, saat ini Pemkot Bogor memiliki anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) sebesar Rp 3,8 miliar dan Bantuan Sosial (Bansos) sekitar Rp 2,2 miliar. Usulan bantuan Rp 10 juta untuk satu unit rumah rusak berat, Rp 7,5 juta rusak sedang dan Rp 5 juta untuk rusak ringan.
"Ini baru usulan. Namun, prioritas sekarang adalah menyediakan kebutuhan sandang pangan, kesehatan dan kebutuhan air bersih warga. Kami juga menginstruksikan Dinsos dan BPBD untuk membuka dapur umum," jelasnya.
Pemkot sudah membuka Posko Bantuan di eks PT IMI di Cipaku untuk wilayah Bogor Selatan, Kantor Kecamatan Bogor Timur di Jalan Raya Pajajaran untuk wilayah Bogor Timur, dan di Kantor Kelurahan Babakan Pasar untuk wilayah Bogor Tengah.
Bima Arya juga membuka partisipasi warga untuk meringankan beban keluarga korban bencana puting beliung berupa pakaian, baju sekolah, terpal, selimut, obat, pampers, pembalut, karpet, sembako dan bantuan tunai melalui rekening Dinsos Kota Bogor yang akan segera diumumkan.
"Karena jumlah kerusakan begitu banyak, mencapai 1.697 unit rumah yang terdampak. Saya juga mengajak OPD yang ada di lingkungan pemkot Bogor untuk menyumbangkan bantuan dengan fokus ke wilayah Bogor Selatan," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




