Usaha Perikanan Bangkitkan Ekonomi Petani Miskin di Kerinci

Minggu, 20 Januari 2019 | 19:36 WIB
RS
FB
Penulis: Radesman Saragih | Editor: FMB
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi Fachrori Umar, panen ikan di kolam ikan Desa Pendungtalang Genting, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Sabtu (19/1).
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi Fachrori Umar, panen ikan di kolam ikan Desa Pendungtalang Genting, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Sabtu (19/1). (Suara Pembaruan/Radesman Saragih)

Jambi - Usaha budidaya perikanan air tawar yang dikembangkan di Kabupaten Kerinci satu tahun terakhir cukup berhasil membangkitkan perekonomian petani miskin. Sekitar 100 kepala keluarga (KK) petani yang dulunya berpenghasilan pas-pasan di Desa Pendungtalang Genting, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi kini sudah mampu mendapatkan penghasilan tambahan melalui usaha budidaya perikanan air tawar.

Keberhasilan petani Desa Pendungtalang Genting, Kerinci mengembangkan usaha budidaya perikanan tidak terlepas dari kehadiran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di daerah itu. BUMDes setempat banyak membantu usaha perikanan petani dengan memberikan modal usaha, benih ikan, pakan dan pemasaran.

Bupati Kerinci, Adirozal pada panen raya usaha budidaya ikan air tawar di kolam Kolam Pertiwi Desa Pendungtalang Genting, Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Sabtu (19/1) menjelaskan, pengembangan BUMDes di Kerinci satu tahun terakhir sangat bermanfaat menongkrak perekonomian petani.

Selama ini, lanjut Adirozal, petani di Kecamatan Danau Kerinci lebih banyak mengandalkan penghasilan dari menanam padi. Tanaman padi sering merugikan karena selalu dilanda banjir dan kekeringan. Karena itu di kecamatan tersebut terdapat banyak petani miskin yang selalu mendapatkan bantuan beras untuk keluarga sejahtera (rastra).

Setelah usaha budidaya perikanan berhasil di daerah tersebut, pendapatan petani meningkat. "Setiap keluarga bisa mendapat penghasilan tambahan Rp 1 juta/bulan," kata dia.

Menurut Airozal, kehadiran BUMDes memiliki andil besar memacu usaha ekonomi produktif, termasuk budidaya perikanan di Kabupaten Kerinci seperti di Desa Pendungtalang Genting, Kecamatan Danau Kerinci tersebut. Sebanyak 184 desa dari 285 desa di Kabupaten Kerinci kini sudah memiliki BUMDes.

""Salah satu BUMDes yang mampu mendorong percepatan usaha ekonomi rakyat, yakni di Desa Pendungtalang Genting, Danau Kerinci ini. Desa-desa lain juga banyak yang berhasil mengembangkan usaha pertanian berkat kehadiran BUMDes. Sebagian desa berhasil mengembangkan usaha pengolahan kopi, dodol dan kerajinan," katanya.

Bangun Embung
Dijelaskan, usaha budidaya perikanan air tawar yang berhasil dikembangkan Desa Pendungtalang Genting, Danau Kerinci, berawal keluhan para petani mengenai sawah mereka yang sering gagal panen. Sekitar 80 hektare (ha) sawah petani di desa tersebut menjadi langganan banjir dan kemarau.

Melihat kondisi itu, kata Adirozal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci membangun embung (kolam air) sebagai sarana irigasi pertanian di desa itu. Kehadiran embung tersebut menjadi penampung luapan air di musim hujan, sehingga tanaman petani tidak dilanda banjir. Kemudian embung menjaga pasokan air ke sawah petani sehingga tidak kekeringan.

"Nah embung tersebut satu tahun ini dimanfaatkan untuk usaha budidaya usaha air tawar. Awalnya Pemprov Jambi memberikan bantuan 60.000 ekor benih ikan, yakni ikan semah dan ikan nila. Kemudian paraa petani juga diberi bantuan pakan 1,5 ton. Sedangkan modal tambahan usaha perikana itu bersumber dari BUMDes," katanya.

Menurut Adirozal, embung dan usaha budidaya perikanan di Desa Pendungtalang Genting tersebut juga dikelola menjadi objek wisata, yang dikelola oleh BUMDes Wisata Desa Pendungtalang Genting. Untuk membangun sarana jalan dan kamar mandi di objek wisata itu, Pemprov Jambi memberikan bantuan dana Rp 460 juta.

"Saat ini objek wisata desa ini mampu menyedot pengunjung lokal hingga 500 orang setiap minggu. Usaha wisata desa ini kini menampung 50 orang pekerja dan 30 orang pedagang," katanya.

Tanggulangi Kemiskinan
Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Fachrori Umar pada penen raya ikan tersebut memberikan apresiasi terhadap keberhasilan pengembangan usaha budidaya perikanan serta wisata desa di Desa Pendungtalang Genting, Karinci. Keberhasilan pembangunan kolam ikan air tawar dan objek wisata desa tersbeut mendorong kemandirian desa menanggulangi kemiskinan dan pengangguran.

"Saya juga mengapresiasi keberhasilan BUMDes Desa Pendungtalang Genting mengelola aset, jasa pelayanan dan usaha lainnya untuk kesejahteraan masyarakat desa. Seluruh BUMDes di Kerinci juga perlu dikelola dengan baik untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa di daerah ini,"ujarnya.

Menurut Fachrori Umar, BUMDes di Kerinci perlu meneladani pengelolaan BUMDes Desa Ponggok, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah yang kini meraih predikat BUMDes Percontohan Nasional. Melalui BUMDes, Desa Ponggok berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan memberikan pendapatan asli daerah (PAD) melalui usaha-usaha ekonomi produktif.

"BUMDes kini menjadi soko guru sumber ekonomi baru bagi desa untuk menghidupi perekonomian desanya ke depan. Kucuran dana desa yang juga bisa dimanfaatkan BUMDes untuk peningkatan ekonomi rakyat,"katanya.

Sementara itu Kepala Desa Pendungtalang Genting, Kerinci, Usman pada kesempatan itu mengatakan, menceritakan dulunya kawasan persawahan Desa Pendungtalang Genting yang kini menjadi sentra ekonomi produksi ikan dan desa wisata termasuk areal lahan tidur.

Para petani yang menanam padi di sawah sekitar 80 ha, kata Usman kerap gagal panen akibat banjir dan kemarau. Karena itu perekonomian petani selalu sulit. Pendapatan petani desa sering tidak menentu akibat gagal panen.

Akibat kesulitan ekonomi, sekitar 100 KK petani di desa itu selama ini masih mengandalkan bantuan beras keluarga sejahtera (rastra). Namun melalui pengembangan usaha perikanan dan wisata, ekonomi petani desa mulai bangkit.

"Warga desa Pendungtalang Genting yang dulu jarang berbelanja ke Kota Sungaipenuh akibat ekonomi sulit, kini sudah mulai bisa berbelanja ke kota. Para petani juga sudah mulai ada yang bisa menabung. Petani ikan Desa Pendungtalang Genting Kerinci saat ini bisa berpenghasilan rata-rata Rp 2 juta/bulan dari usaha kolam ikan ini,"katanya.

Dijelaskan, lokasi usaha perikanan dan wisata desa Pendungtalang Genting dulunya bekas bekas benteng pertahanan Belanda. Selama ini di lokasi itu terdapat bekas pabrik peninggalan Belanda yang dibiarkan telantar. Lokasi tersebut dibuat pagar dan gerbang dari bambu runcing.

Lokasi bekas benteng Belanda itu akhirnya dibangun menjadi pusat usaha ekonomi produktif yang dikelola BUMDes Desa Pendungtalang Genting tahun 2016. Lokasi benteng Belanda itu dikeruk menjadi embung dan kolam ikan tahun 2017. Ikan yang dikembangkandi kolam tersebut antara lain ikan semah, ikan nila dan ikan mas. Produksi ikan dari kolam desa tersebut kini bisa mencapai satu ton setiap minggu.

"Kemudian lokasi itu juga dikembangkan menjadi objek wisata desa. Jadi saat ini perekonomian di desa ini semakin menggeliat. Pedagang yang hendak membeli ikan semakin banyak. Pengunjung yang datang berwisata pun semakin meningkat," katanya.

Ikan Semah
Selain pengembangan budidaya perikanan di Desa Pendungtalang Genting, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, budidaya ikan asli Kerinci, yakni ikan semah juga terus dikembangkan di dearah itu. Ikan semah yang belakangan ini semakin langka dan terancam punah, kini mulai bisa diselamatkan kembali melalui kehadiran Bali benih Ikan (BBI) Instalasi Pendung Semurup, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jambi.

Menurut Fachrori Umar, benih ikan semah yang berhasil dikembangkan di BBI Desa Pendung Semurup diharapkan bisa terus disebar ke Danau Kerinci, kolam-kolam ikan petani dan sungai. Penebaran benih ikan semah tersebut perlu terus dilakukan mencegah kepunahan ikan asli Kerinci tersebut.

"Kebutuhan ikan semah di pasaran, khususnya di Jambi dan Sumatera Barat saat ini semakin tinggi. Sementara pasokan dari alam semakin berkurang. Karena itu BBI Pendung Semurup harus terus meningkatkan penyebaran benih ikan semah kepada masyarakat, Danau Kerinci, kolam petani dan sungai,"kartanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon