Flame Diperintahkan Untuk Melenyapkan Diri
Senin, 11 Juni 2012 | 21:57 WIB
Agar jejaknya hilang dari dunia maya
Para pakar keamanan komputer di Amerika Serikat mengatakan bahwa virus Flame yang telah tersebar di sekitar Timur Tengah selama lima tahun telah mendapat "perintah untuk melenyapkan diri" menghapus jejaknya dari dunia maya.
Vendor antivirus Symantec dalam blog resminya akhir pekan lalu mengatakan "server kendali dan komando Flame telah mengirim sebuah perintah kepada sejumlah komputer yang telah berhasil disusupi."
"Perintah itu dirancang untuk melenyapkan Flame dari semua komputer yang telah dibajak," tulis Symantec.
Flame yang termasuk dalam jenis malicious software (malware) dinilai tersebar luas selama dua tahun atau lebih dan menyasar sejumlah target termasuk fasilitas-fasilitas minyak di Timur Tengah, terutama di Iran.
Virus yang pertama kali diungkap oleh produsen antivirus Rusia, Kaspersky, sontak memantik spekulasi bahwa virus berukuran raksasa itu diciptakan oleh Amerika Serikat dan Israel serta dirancang untu mencuri informasi tentang program nuklir Iran.
Meski komponen-komponen dan taktik yang digunakan Flame dinilai kuno, modul dan target yang disasarnya menunjukan bahwa malware adalah senjata potensial di era Internet.
Para pakar keamanan komputer di Amerika Serikat mengatakan bahwa virus Flame yang telah tersebar di sekitar Timur Tengah selama lima tahun telah mendapat "perintah untuk melenyapkan diri" menghapus jejaknya dari dunia maya.
Vendor antivirus Symantec dalam blog resminya akhir pekan lalu mengatakan "server kendali dan komando Flame telah mengirim sebuah perintah kepada sejumlah komputer yang telah berhasil disusupi."
"Perintah itu dirancang untuk melenyapkan Flame dari semua komputer yang telah dibajak," tulis Symantec.
Flame yang termasuk dalam jenis malicious software (malware) dinilai tersebar luas selama dua tahun atau lebih dan menyasar sejumlah target termasuk fasilitas-fasilitas minyak di Timur Tengah, terutama di Iran.
Virus yang pertama kali diungkap oleh produsen antivirus Rusia, Kaspersky, sontak memantik spekulasi bahwa virus berukuran raksasa itu diciptakan oleh Amerika Serikat dan Israel serta dirancang untu mencuri informasi tentang program nuklir Iran.
Meski komponen-komponen dan taktik yang digunakan Flame dinilai kuno, modul dan target yang disasarnya menunjukan bahwa malware adalah senjata potensial di era Internet.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




