Gelombang Tinggi, 6 Kapal Besar Terdampar di Pantura Jatim
Selasa, 29 Januari 2019 | 11:01 WIB
Tuban - Sedikitnya enam kapal (tongkang) besar terdampar di Pantai Utara Tuban, Provinsi Jawa Timur (Jatim) akibat cuaca ekstrem gelombang tinggi antara lima hingga enam meter di perairan Laut Jawa dalam beberapa hari terakhir. Kapal-kapal besar tersebut yakni, kapal tongkang batu bara KSA Emerrald 02-BG.ATK 311, kapal tongkang batu bara ATK 2010-BG MN 385, kapal tongkang batu bara KSA 57- BG. RMN 388, kapal tongkang batu bara Kompas 02- BG. BAIDURI 30368, kapal tongkang batu bara Entebe STAR 29-BG. Financia 59, dan kapal kargo Felya pengangkut semen BAG.
"Untuk sementara keenam kapal besar itu terdampar di sekitar Pelabuhan PT Semen Indonesia dan Dermaga PT Holcim, Tuban" ujar Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Brondong-Lamongan, Ferry Agus Satrio, dalam siaran persnya yang diterima SP, Selasa (29/1). Ia bersama staf baru saja kembali dari kegiatan meninjau enam kapal terdampar di Pantai Utara Tuban guna merencanakan evakuasi kapal-kapal yang terdampar akibat disapu gelombang tinggi tersebut.
Menurut dia, posisi kapal terdampar ini ada di sekitar pelabuhan PT Semen Indonesia dan dermaga milik PT Holcim sehingga diharapkan tidak terlalu sulit jika kapal penariknya berkekuatan besar untuk mengevakuasinya. "Untuk kegiatan mengarea (olah gerak kapal) kemungkinan tidak terlalu sulit," ujar Ferry.
Dia menambahkan, bahwa kapal-kapal tersebut sebenarnya tidak dalam posisi berlayar, melainkan berlabuh, tetapi karena kondisi cuaca yang ekstrem, gelombang tinggi antara lima hingga enam meter membuat kapal-kapal ini hanyut terbawa arus ombak hingga ke tepian pantai.
Terdamparnya enam kapal ini dikarenakan putusnya tali jangkar saat berlabuh. Enam kapal yang terdampar itu, terdiri dari lima kapal tongkang yang bermuatan batu bara, dan satu kapal kargo pengangkut semen. Diharapkan dalam pekan ini upaya evakuasi terhadap kapal-kapal itu bisa dilakukan sambil menunggu cuaca membaik. Dibenarkan, sekarang ini petugas dari Kesyahbandaran KUPP Brondong-Lamongan masih berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait serta pihak perusahaan guna melakukan evakuasi agar kapal-kapal itu bisa bebas berlayar kembali. "Seluruh anak buah kapal (ABK) sudak diturunkan ke daratan. Semuanya selamat," tambah Ferry Agus Satrio.
Pada bagian lain Ferry membenarkan, banyak perahu nelayan tradisional dari Lamongan dan Tuban yang memilih istirahat karena gelombang sangat tinggi. Mereka para nelayan pada umumnya memperbaiki perahu dan jaringnya sambil menunggu cuaca membaik. "Ada ribuan nelayan tradisional sekarang ini memilih tidak melaut," tambah Ferry.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




