Jaga Suara Pemilu 2019 Lewat Gerakan KawalPemilu
Selasa, 2 April 2019 | 15:58 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Suara yang diberikan para pemilih pada Pemilu tanggal 17 April mendatang harus dikawal. Hal itu agar tidak hilang atau dimanipulasi oleh kelompok-kelompok tertentu. Siapa yang mengawal suara tersebut?
Salah satu penggagas gerakan KawalPemilu, Ruly Achdiat, mengatakan, gerakan KawalPemilu mengajak para pemilih untuk melindungi dan mengawal suara masing-masing. Caranya, dengan foto C 1 Plano hasil perhitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kemudian di-upload ke laman situs kawalpemilu.org.
"Setiap relawan bisa mengawal lebih dari satu TPS," kata Ruly Achidat saat menggelar jumpa pers di Jakarta, Selasa (2/4/2019).
Ruly menjelaskan, Kawal Pemilu merupakan proyek urun daya (crowdsourcing) netizen pro data Indonesia yang didirikan tahun 2014. Gerakan ini, telah berhasil mengawal Pemilu 2014 lewat gerakan KawalPemilu.
Pada Pemilu 2019 ini, Ruly mengajak masyarakat untuk terlibat secara aktif mengawal jalannya proses perhitungan suara Pemilu 2019. Gerakan ini juga untuk memastikan pemilu berjalan jujur, adil, dan transparan.
"Kami mengajak masyarakat untuk secara sukarela berada di 809.500 TPS di seluruh Indonesia. Mari bersama-sama kawal jalannya Pemilu Presiden, DPR, DPD, DPR Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota," jelas Ruly.
Menurut Ruly, ada tiga alasan mengapa Pemilu 2019 harus dikawal. Pertama, pemilu Indonesia adalah pemilu yang kompleks, rumit dan terbesar di dunia. Kedua, Pilpres dan Pileg 2019 untuk pertama kalinya digelar secara serentak. Ketiga, integritas hasil pemilu akan meningkatkan kepercayaan publik.
"C1 Plano merupakan data paling otentik karena dihitung di depan publik. C1 Plano sulit dimanipulasi karena memiliki banyak indikator keaslian seperti hologram, nama TPS, kelurahan, kecamatan. Konsistensi goresan tangan pun merupakan indikasi keaslian," tutup Ruly.
Baca Juga :
KawalPemilu Libatkan Warganet "Jaga Suara 2019"
Gerakan KawalPemilu 2019 Diluncurkan
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




