Hasil Hitung Cepat, Pengamat: Tidak Ada yang Mengejutkan
Kamis, 18 April 2019 | 16:55 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 telah usai dilaksanakan secara serentak di seluruh kota di Indonesia. Secara umum, pelaksanaan Pemilu pun berlangsung aman, tertib dan damai.
Pasca pemilu berlangsung, sejumlah lembaga survei telah merilis hasil hitung cepat (quick count). Hasilnya, pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf mendapatkan perolehan suara antara 53 hingga 55 persen.
Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menilai, sesungguhnya tidak ada yang mengejutkan dari hasil hitung cepat lembaga survei yang memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf. Hasil quick count masih sesuai dari hasil survei yang selama ini sudah dilaksanakan.
"Tidak ada yang mengejutkan. Ini bukti elektabilitas Jokowi masih konstan, lurus begitu, karena tidak ada peristiwa besar. Tidak ada tsunami atau kiamat politik," kata Adi Prayitno, Kamis (18/4/2019) di Jakarta.
Menurutnya, hasil survei juga mengkonfirmasi bahwa tidak ada perubahan signifikan dari elektabilitas capres dan cawapres hingga Pilpres digelar. Semuanya tergambar dari hasil quick count lembaga survei. Meski ada sedikit perbedaan, masih dalam batas margin error 3 sampai 4 persen.
Diingatkan, quick count bukanlah hasil resmi melainkan gambaran yang diambil didasarkan pada hasil perhitungan suara di TPS. Karena itu hasil quick count kecenderungannya tidak meleset jauh dari perhitungan real count KPU. Karena itu, jika ada pihak yang merasa dirugikan dengan hasil hitung cepat disarankan melaporkan ke KPU dan Bawaslu.
"Kalau ada yang merasa quick count itu menyesatkan, menggiring opini atau menguntungkan salah satu kandidat tertentu maka laporkan saja ke KPU. Sehingga nanti KPU bisa membentuk dewan kode etik untuk mengadili lembaga-lembaga survei yang diduga meresahkan itu," katanya.
Dirinya juga menilai, kedua pasangan capres dan cawapres serta tim pemenangan masing-masing, juga nampak lebih dewasa menyikapi hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei.
Menurut Adi, Jokowi saat menyampaikan pidatonya tidak mengesankan kesombongan dengan hasil hitung cepat. Begitupun pendukung-pendukung 01 yang menyatakan akan mengikuti proses yang ada. Bahkan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri juga menyampaikan terima kasih kepada Prabowo.
"Dari kubu 02 juga tidak reaksioner dan akan menunggu hasil hitung resmi KPU. Saya kira satu sikap yang lebih maju ketimbang 2014 yang saling klaim kemenangan. Kalau melihat sekarang kondisinya lebih adem," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




