Pendukung Prabowo-Sandi Diminta Tidak Pedulikan Quick Count

Kamis, 18 April 2019 | 17:57 WIB
CP
YD
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: YUD
Calon Presiden no urut 02, Prabowo Subianto memberikan jumpa pers seputar hasil penghitungan sementara pemungutan suara Pemilu 2019 di Sekretariat Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Jakarta, Rabu (17/4/2019).
Calon Presiden no urut 02, Prabowo Subianto memberikan jumpa pers seputar hasil penghitungan sementara pemungutan suara Pemilu 2019 di Sekretariat Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Jakarta, Rabu (17/4/2019). (Suara Pembaruan/Ruht Semiono)

Jakarta, Beritasatu.com – Pendukung pasangan calon (paslon) 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) diminta tidak menghiraukan hasil hitung cepat atau quick count dari lembaga survei. Sebab, berdasarkan data internal dari BPN formulir C1 untuk suara Prabowo-Sandi telah meraih 62 persen.

Demikian disampaikan Ketua Umum Perkumpulan Swing Voters, Adhie Massardi di Kantor Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, Jakarta, Kamis (18/4). Menurut Adhie, hasil quick count lembaga survei dimiliki oleh paslon 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf).

"Untuk apa kita ributin quick count? Itu kan punya mereka (Jokowi-Ma'ruf). Biarkan saja. Kita punya Twitter, grup WhatsApp, siarkan bahwa kita punya hasil internal. Nanti masyarakat percaya kita atau quick count? Kan pasti percaya kita, karena quick count kan enggak bisa dipercaya," ujar Adhie.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih tersebut juga menilai bahwa pemungutan suara ulang di beberapa daerah tak perlu dilakukan. Apalagi, jika dilakukan oleh penyelenggara yang sama. Kalau diulang, itu harus ganti penyelenggara. Bagi saya enggak usah diulang," tegas Adhie.

Adhie juga menyatakan, pendukung Prabowo-Sandi jangan terpancing dengan kemungkinan upaya-upaya provokasi dari kubu paslon 01. "Sekarang kita jangan sampai terpancing. Ada skenario nanti seolah-olah ada pendukung dari 02 marah, padahal bukan kita. Kita santai saja," ucap Adhie.

Adhie pun menyebut, "Demokrasi itu sudah kehendak rakyat. Kalau ada yang lukai pasti rakyat akan bergerak. Pasti akan ada gerakan rakyat pro demokrasi." 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon