Pendukung Prabowo-Sandi Diminta Tidak Pedulikan Quick Count
Kamis, 18 April 2019 | 17:57 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Pendukung pasangan calon (paslon) 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) diminta tidak menghiraukan hasil hitung cepat atau quick count dari lembaga survei. Sebab, berdasarkan data internal dari BPN formulir C1 untuk suara Prabowo-Sandi telah meraih 62 persen.
Demikian disampaikan Ketua Umum Perkumpulan Swing Voters, Adhie Massardi di Kantor Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, Jakarta, Kamis (18/4). Menurut Adhie, hasil quick count lembaga survei dimiliki oleh paslon 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf).
"Untuk apa kita ributin quick count? Itu kan punya mereka (Jokowi-Ma'ruf). Biarkan saja. Kita punya Twitter, grup WhatsApp, siarkan bahwa kita punya hasil internal. Nanti masyarakat percaya kita atau quick count? Kan pasti percaya kita, karena quick count kan enggak bisa dipercaya," ujar Adhie.
Koordinator Gerakan Indonesia Bersih tersebut juga menilai bahwa pemungutan suara ulang di beberapa daerah tak perlu dilakukan. Apalagi, jika dilakukan oleh penyelenggara yang sama. Kalau diulang, itu harus ganti penyelenggara. Bagi saya enggak usah diulang," tegas Adhie.
Adhie juga menyatakan, pendukung Prabowo-Sandi jangan terpancing dengan kemungkinan upaya-upaya provokasi dari kubu paslon 01. "Sekarang kita jangan sampai terpancing. Ada skenario nanti seolah-olah ada pendukung dari 02 marah, padahal bukan kita. Kita santai saja," ucap Adhie.
Adhie pun menyebut, "Demokrasi itu sudah kehendak rakyat. Kalau ada yang lukai pasti rakyat akan bergerak. Pasti akan ada gerakan rakyat pro demokrasi."
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




