Said Didu Tuduh Kecurangan Pemilu Terstruktur, Sistematis, dan Masif

Minggu, 21 April 2019 | 19:09 WIB
YS
WP
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: WBP
Muhammad Said Didu.
Muhammad Said Didu. (Majalah Investor/Uthan A Rachim)

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan staf khusus Kementerian ESDM Said Didu menilai, pada Pemilu 2019 sudah terjadi kecurangan secara terstruktur, sistemik dan masif. Pemilu kali ini dianggapnya merupakan penyelengaraan pemilu terburuk sepanjang sejarah reformasi.

"Sudah terjadi kecurangan secara terstruktur, sistemik dan massif. Masyarakat yang mau melaporkan malah dianggap penyebar hoax," kata Said Didu dalam deklarasi "Gerakan Nasional Selamatkan Demokrasi dari Pemilu Curang," di kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (21/4/2019).

Menurut mantan Sekretaris Kementerain BUMN ini, penyelengaraan Pemilu 2019 sudah dianggap tidak netral bermula ketika tidak terselesaikannya perencanaan 17 juta lebih daftar pemilih tetap (DPT). Said Didu juga menduga adanya keterlibatan dan ketidaknetralan aparatur pemerintahan, mulai dari tingkat RT, Lurah, Camat, Bupati dan Gubernur.

"Penonton sudah teriak semua, wasit tidak mau meniup peluit. Tentara dan polisi, teman-teman aparat secara nyata terlihat (tidak netral). BUMN nyata-nyata terlibat, komisaris BUMN nyata-nyata terlibat," ucap Said Didu.

Menurut Said Didu, kecurangan pemilu terstruktur lantaran secara struktur melibatkan pemerintahan dan organisasi-organisasi. Sedangkan dikatakan sistemik, karena polanya sama dan terjadi di hampir seluruh Indonesia, bahkan di luar negeri.

"UU menyatakan apabila terjadi seperti itu. Maka pemilu ulang, bagi pihak yang melanjutkan hasil pemilu ini bagai memelihara bara. Bagaikan orang yang merancang Kekuasaan, duduk di atas bara api yang dibakar," ucap Said Didu.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon