Sudirjo, Petugas KPPS Meninggal yang Dicintai Warga

Rabu, 24 April 2019 | 13:40 WIB
MN
BW
Penulis: Mikael Niman | Editor: BW
Warga mengangkat jenazah Sudirdjo, seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2019 yang meninggal dunia seusai mendapatkan perawatan di rumah sakit untuk dimakamkan di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/4/2019).
Warga mengangkat jenazah Sudirdjo, seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2019 yang meninggal dunia seusai mendapatkan perawatan di rumah sakit untuk dimakamkan di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/4/2019). (Antara)

Bekasi, Beritasatu.com - Warga Perumnas 3 RT 04/RW 14 Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, merasa kehilangan sosok almarhum Sudirjo (66). Rumah almarhum di Jalan Panaitan 1 Nomor 9 Perumnas 3, tampak kosong dan hanya terlihat tiga karangan bunga ucapan bela sungkawa dari Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Wakil Wali Kota Tri Adhianto, dan PT Waskita Beton Precast Tbk.

Berkat dedikasinya dalam melaksanakan tugas sebagai anggota KPPS di TPS 126, Sudirjo telah melupakan kesehatannya hingga akhirnya meninggal dunia setelah mendapat perawatan semalam di Rumah Sakit Sentosa, Bekasi Timur, tak jauh dari kediaman‎nya.
Pria yang memiliki enam anak ini, menghembuskan napas terakhir pada Selasa (‎23/4/2019) sekitar pukul 15.10 WIB di RS Sentosa. Menurut tetangga terdekat, Sudirjo kelelahan setelah menjalankan tugas sebagai anggota KPPS TPS 126.

Sejak H-1, Hari H hingga H+1 pencoblosan, Sudirjo telah begadang menunaikan tugasnya melakukan persiapan, penghitungan suara hingga pengiriman kotak suara ke Kelurahan Arenjaya. Bagi seumuran Sudirjo, begadang selama berhari-hari lamanya tak mungkin sanggup dilakukan. Namun, dedikasinya sebagai petugas KPPS TPS 126, membuat almarhum melakukan hal itu semua.

Sekretaris RW 14, Mudjiyo, bercerita, imbas dari pekerjaan anggota KPPS yang begadang selama tiga malam, membuat kesehatan Sudirjo menurun drastis. Warga mulai curiga dengan kesehatan Sudirjo, yang tak kunjung mematikan lampu penerangan umum lingkungan RW dan tak membuka portal Jalan Panaitan pada Minggu (21/4/2019). "Sudah pukul 10.00 WIB, kok lampu jalan dan portal belum dibuka, kemudian saya mendatangi rumah almarhum," cerita Mudjiyo.

Biasanya, kata dia, almarhum selalu tepat waktu mematikan lampu jalan lingkungan dan membuka portal perumahan, sebelum pukul 07.00 WIB. Saat mendatangi ke rumahnya, Sudirjo terlihat lesu terbaring di tempat tidurnya. "Beliau menderita muntaber, demam, dan terlihat lesu. Kemudian, saya ajak ke Klinik Alifia, karena jaraknya dekat, beliau tampak lemas berjalan. Sampai di klinik, ada pengumuman, klinik tutup dan baru buka kembali besok," tuturnya.

Lalu, mereka pulang kembali dan menunggu besok kembali ke klinik tersebut. Kondisi Sudirjo semakin merosot. Besok harinya, Sudirjo tak mampu berjalan dan meminta dokter klinik yang mendatanginya ke rumahnya. ‎Namun, dokter di klinik tidak memenuhi permintaan keluarga Sudirjo, dokter hanya memberikan obat yang dititip kepada anggota keluarganya.

Senin (22/4/2019) pukul 14.00 WIB kondisi Sudirjo makin memburuk, keluarga dan Mudjiyo kemudian membawanya ke Rumah Sakit Sentosa, tak jauh dari kediamannya dengan menggunakan becak. ‎Hanya semalam, Sudirjo mendapat perawatan di RS Sentosa, dan menghembuskan napas terakhirnya, Selasa (23/4/2019) sekitar pukul 15.10 WIB, menjelang azan.

Almarhum merupakan pensiunan aparatur sipil negara (ASN) Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor. ‎Tinggal di Perumnas 3 sejak 1990 lampau, dan sangat dekat dengan warga sekitar. "Beliau aktif dalam kegiatan warga, dan memang rajin bekerja untuk lingkungan warga. Kami merasa kehilangan orang yang rajin tanpa pamrih, seperti almarhum," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua KPPS TPS 81 Kranji, Kecamatan Bekasi Barat bernama Ahmad Salahudin (43) juga meninggal setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Pekayon, Bekasi Selatan, Kamis (18/4) pagi. Ketua KPPS ini mengalami kelelahan sehingga setelah begadang menghitung perolehan suara dan kurang konsentrasi dalam berkendara sepeda motor.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon