Jubir TKN: Zalim, Pengorbanan Petugas KPPS Masih Dituduh Curang

Jumat, 26 April 2019 | 21:45 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (kedua kiri), saat melayat  Bambang Saptono (52). Bambang Saptono merupakan anggota KPPS  di TPS 12 Kelurahan Barusari Kota Semarang. Dia meninggal dunia pada Rabu (24/4/2019), pukul 17.29 WIB di RSUP Dr Kariadi Semarang.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (kedua kiri), saat melayat Bambang Saptono (52). Bambang Saptono merupakan anggota KPPS di TPS 12 Kelurahan Barusari Kota Semarang. Dia meninggal dunia pada Rabu (24/4/2019), pukul 17.29 WIB di RSUP Dr Kariadi Semarang. (Beritasatu Photo/Stefi Thenu)

Jakarta, Beritasatu.com - TKN Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Tb Ace Hasan Syadzily, menyatakan pihaknya berdukacita atas 225 petugas terkait Pemilu 2019 yang wafat karena menjalankan tugasnya saat pemilu lalu. TKN meminta agar jangan lagi ada yang menuduh pemilu curang di atas wafatnya ratusan anak bangsa itu.

"Sangat zalim rasanya kalau pengorbanan yang dilakukan KPPS, hingga nyawa pun diberikan untuk demokrasi Indonesia, sampai mengatakan bahwa Pemilu Indonesia penuh dengan kecurangan dan harus diulangi. Saya kira itu adalah pernyataan yang sama sekali tidak menghargai pengorbanan jasa-jasa mereka," ujar Ace, Jumat (26/4/2019).

Kata Ace, TKN akan ikut urun santunan untuk membantu keluarga dari para petugas yang meninggal dunia. "Ini inisiatif kami untuk nanti kami serahkan ke KPU," imbuhnya.

Lebih jauh, Ace mengatakan kejadian itu seharusnya ditindaklanjuti dengan evaluasi terhadap penyelenggaraan pemilu serentak.

"Dari aspek penyelenggaranya, kita lihat perlu ada pembatasan jam kerja, misalnya para penyelengara yang bekerja mungkin seharusnya harus dibatasi kerjanya menjadi 8 jam sehingga tidak menjadi lelah sampai mengorbankan nyawanya," kata dia.

Kedua, pihaknya akan mendorong agar para pejuang demokrasi di TPS itu mendapatkan jaminan asuransi, baik kesehatan maupun jiwa.

"Dan ini menjadi rekomendasi yang penting, di samping substansi dari pemilu serentak antara pilpres dan pileg untuk dikaji lebih baik apabila dipisah. Tapi ini tentu perlu ada kajian yang mendalam agar proses pemilu kita betul-betul bisa terselenggara dengan baik," katanya



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon