Sandiaga: KPU Jangan Kejar Tayang, Perhatikan Petugas KPPS
Minggu, 28 April 2019 | 18:56 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak kejar tayang. KPU harus memperhatikan keselamatan para petugas yang membantu berjalannya proses pemilihan umum 2019.
"Jangan kejar tayang. Karena kalau kejar tayang akhirnya korban terus berjatuhan. Ini sangat sangat bertentangan dengan nilai-nilai hak asasi manusia," kata Sandiaga Uno di Masjid At-Taqwa, Jakarta Selatan, Minggu (28/4/2019).
Sandiaga Uno menangapi meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Mereka meninggal diduga akibat kelelahan bekerja karena mengejar waktu untuk perhitungan suara.
Sandiaga Uno menegaskan peristiwa meninggalnya ratusan petugas KPPS adalah sebuah bencana yang harus mendapat perhatian dari seluruh elemen bangsa. Kejadian tersebut tidak boleh diteruskan karena menyangkut nyawa manusia. "Kelelahan hanya untuk mementingkan tenggat waktu atau deadline ini sangat tidak manusiawi. Kalau diteruskan seperti ini korban terus berjatuhan. Ini seperti killing field. Secara fundamental ada yang salah. Bukan hanya jujur adil bermartabat, tapi juga sehat," tutur Sandiaga Uno.
Sandiaga Uno berjanji akan koordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait proses yang ada. Apakah perlu penghentian sementara supaya petugas bisa beristirahat sebentar, atau tetap dilanjutkan saja. Pasalnya, proses rekapitulasi masih butuh waktu beberapa hari ke depan. "Ini proses yang harus ada betul-betul penelahaan secara medis. Kenapa terjadinya korban yang yang terus-menerus berjatuhan seperti ini," ujar Sandiaga Uno.
Hingga saat ini, KPU mencatat jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia sebanyak 272 orang. Sedangkan 1.878 orang lainnya jatuh sakit. Berdasarkan data tersebut, total petugas KPPS yang meninggal dunia dan sakit berjumlah 2.150 orang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




