Titik Kemacetan di Kota Bekasi Bertambah
Selasa, 21 Mei 2019 | 22:36 WIB
Bekasi, Beritasatu.com - Titik kemacetan di Kota Bekasi semakin bertambah. Awalnya, terdata ada sebanyak 22 titik kemacetan, kini bertambah menjadi 25 titik kemacetan.
"Kemacetan memang sekarang bertambah. Faktor utamanya karena beban jalan tidak sebanding dengan penambahan jumlah kendaraan," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana, Selasa (21/5/2019).
Berdasarkan pantauan, titik kemacetan yang ada di Kota Bekasi di antaranya simpang Harapan Indah, simpang Pondok Ungu, simpang Alexindo, simpang Cikunir, simpang Sumir Pondokgede, simpang Pekayon, simpang Sumber Arta, simpang Jaksampurna, simpang Jatiwaringin, Jalan Chairil Anwar, simpang Jalan Mohamad Yamin, Simpang Jalan Ampera, dan sebagainya.
"Penambahan titik baru yakni Jalan Mawar-Bekasi Utara, Jalan I Gusti Ngurah Rai-Bekasi Barat, Jalan Boulevar Galaxy-Bekasi Selatan, Jalan Muchtar Tabrani-Bekasi Utara, Giant Wisma Asri serta simpang Caman Jalan KH Noer Ali," ujar Yayan.
Yayan menjelaskan, lebar jalan belum menampung jumlah kendaraan. Masih banyak ditemukan lebar jalan yang hanya 4 meter sementara di jalan tersebut dilalui kendaraan roda empat dan lalu lintas padat.
"Ukuran lebar jalan di Kota Bekasi rata-rata 4 meter. Paling lebar sampai 16 meter, seperti di Jalan Protokol Ahmad Yani," jelas Yayan.
Menurut Yayan, persoalan kemacetan di Kota Bekasi ditangani dengan pembangunan jalan atau pelebaran jalan sehingga dapat menampung volume kendaraan.
"Kami terus berkordinasi dengan Kepolisian (Satuan Lalu Lintas) untuk mengerahkan sekitar 200 petugas Dishub, yang ditempatkan di titik-titik rawan kemacetan," imbuh Yayan.
Sementara itu, Ketua Dewan Transportasi Kota Bekasi (DTKB), Harun Alrasyid, menambahkan, pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) menjadi bagian solusi pengurangan kemacetan di jalur sepanjang Kalimalang.
"Pembangunan Tol Becakayu mengurangi beban kendaraan, meski belum dapat membebaskan Kota Bekasi dari kemacetan," pungkas Harun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




