Air Mata “Pegunungan Tengah” Papua Iringi Perpisahan Satgas Yonif MR 412
Selasa, 6 Agustus 2019 | 11:28 WIB
Puncak Jaya Papua, Berita Satu.com - Air mata dan isak tangis haru masyarakat Pegunungan Tengah Papua mengiringi perpisahan Satgas Pamrahwan Yonif Mekanis Raider 412 Kostrad di Distrik Pagargom, Waegi dan Yambi. Senin (5/8/2019).
Ikatan batin yang sedemikian erat antara Satgas dan masyarakat, melahirkan momen-momen penuh cinta dan kasih sayang. Hal ini selaras dengan motto Satgas "Kita Bersaudara, Bersama Tuhan Menjaga NKRI Dengan Hati" yang dilandasi jiwa kebermanfaatan eksistensi diri bagi semesta dan semangat memanusiakan manusia.
"Satgas Yonif MR 412 Kostrad berhasil memenangkan pertempuran tanpa menimbulkan perasaan kalah di pihak manapun," ujar Komandan Satgas Yonif MR 412 Kostrad Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan.
Menurut Eko, acara ini diinisiasi sebagai rasa hormat dan terima kasih masyarakat atas pengabdian Satgas selama 9 bulan bertugas di Kabupaten Puncak Jaya dihadiri para tokoh adat, agama, dan pemuda dengan menyumbangkan 10 ekor babi, 300 ekor ayam, sayur dan umbi-umbian.
"Suka dan duka mewarnai berbagai upaya Satgas untuk menularkan peradaban yang lebih modern kepada masyarakat Kabupaten Puncak Jaya. Selama kurang lebih 9 bulan masa penugasan, Satgas berupaya melaksanakan tugas pokok yakni intelijen, operasi dan pembinaan teritorial secara maksimum dengan mengedepankan aspek pembinaan teritorial," ujar Eko.
Dikemukakan, Satgas berupaya memberikan 4 bidang pelayanan sekaligus, yakni keamanan, pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Dalam melaksanakan upaya tersebut, interaksi satgas dan masyarakat menjadi sangat intens dan emosional.
Interaksi tersebut pada akhirnya menyebabkan terbangunnya sebuah kepercayaan bahwa Satgas Yonif Mekanis Raider 412 Kostrad merupakan utusan Tuhan yang dihadirkan untuk membantu masyarakat. Selain itu, interaksi yang telah sedemikian eratnya tersebut, menyebabkan masyarakat merasa berat melepaskan kepulangan Satgas ke basis.
"Kami merasa sangat terhormat atas sambutan masyarakat Kabupaten Puncak Jaya pada acara perpisahan ini. Kami juga berterima kasih atas seluruh kerja sama yang diupayakan demi membangun negeri tercinta. Saya sangat tersentuh oleh suara hati Mama Damina Kogoya, Bapak Yosman Boi dan Bapak Koperasi Wanimbo yang meminta kami untuk tidak pulang," ungkap Eko.
Disebutkan, dirinya sangat paham dengan situasi ini, namun pihaknya harus melaksanakan perintah atasan untuk kembali ke basis. "Mari kita berdoa dan berharap kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar Kabupaten Puncak Jaya segera menjadi daerah yang kondusif dan maju di masa mendatang dan taraf kehidupan masyarakat menjadi jauh lebih baik dari kondisi yang sekarang," pungkas Eko.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




