Kapolda Papua: Perempuan dan Anak-Anak Alami Kekerasan oleh KKB

Senin, 9 Maret 2020 | 17:17 WIB
RI
JS
Penulis: Robert Isidorus | Editor: JAS
Sejumlah warga sipil menaiki bus milik PT Freeport Indonesia saat evakuasi di perkampungan Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Jumat (6/3/2020). Ratusan warga dievakuasi ke wilayah perkotaan Timika karena akses logistik ke wilayah perkampungan terputus akibat baku tembak antara TNI/Polri dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) beberapa hari terakhir.
Sejumlah warga sipil menaiki bus milik PT Freeport Indonesia saat evakuasi di perkampungan Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Jumat (6/3/2020). Ratusan warga dievakuasi ke wilayah perkotaan Timika karena akses logistik ke wilayah perkampungan terputus akibat baku tembak antara TNI/Polri dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) beberapa hari terakhir. (ANTARA FOTO/Sevianto Pakiding)

Jayapura, Beritasatu.com - Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan kaum perempuan dan anak-anak di Papua menjadi korban kekerasan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Oleh karena itu polisi melakukan tindakan tegas untuk menumpas KKB.  

Menurut Kapolda Papua, sebagai aparat keamanan yang bertanggung jawab untuk keselamatan keamanan masyarakat, pihaknya sungguh-sungguh akan menindak tegas KKB yang mengganggu ketenangan dan kenyamanan masyarakat. Hal ini ditegaskan Kapolda Papua menyusul ribuan warga di Tembagapura yang terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya lantaran takut dengan aksi KKB.

"Mereka tidak mengungsi, tapi mereka pergi dari tempat tinggal mereka karena mereka takut ada kelompok yang mengganggu mereka, mereka punya pengalaman beberapa tahun yang lalu terutama kaum perempuan dan anak-anak, mereka mengalami kekerasan oleh kelompok kriminal bersenjata," ujar Kapolda Papua, Senin (9/3/2020).

Sebagai aparat keamanan yang bertanggung jawab untuk keselamatan keamanan masyarakat, Kapolda menegaskan jika pihaknya bakal sungguh-sungguh akan menindak tegas KKB yang berulah dan mengganggu ketenangan dan kenyamanan masyarakat.

"Kita akan lakukan tindakan tegas terukur, karena mereka menggunakan senjata api, sudah banyak anggota kami dan masyarakat yang menjadi korban. Kepolisian bersama TNI, pemerintah daerah dan para tokoh akan berusaha menyelesaikan kasus ini dengan baik," tegas Kapolda Papua.

"Kami meminta izin dan doa untuk kami menghadapi mereka. Kita istilahkan sebagai awan yang mendung di atas yang terus menangis. Masyarakat itu, bila ada awan tebal itu ada kedukaan, ada sakit hati mereka dan ada tangisan mereka, biarlah kami yang tangani untuk kelompok kriminal bersenjata tidak lagi mengganggu masyarakat," tegas Paulus Waterpauw.

Berdasarkan data yang dirilis Humas Polda Papua, diketahui bahwa total warga masyarakat yang telah dipindahkan ke Timika dari Distrik Tembagapura sejak tanggal 6-9 Maret 2020 sebanyak 1.572 jiwa.

Berikut datanya:

1. Hari Jumat, 6 Maret 2020 : Desa Waa Banti : 258 jiwa (122 dewasa dan 136 anak-anak);

2. Hari Sabtu, 7 Maret 2020 : Desa Kimbeli dan Kali Kabur : 702 jiwa (536 dewasa dan 166 anak-anak);

3. Hari Minggu, 8 Maret 2020 : Desa Banti dan sekitarnya : 612 jiwa (518 dewasa dan 94 anak-anak).



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon