TPNPB Bertanggungjawab atas Penembakan di Area Freeport, Kapolda Sebut Pelaku 8 Orang

Selasa, 31 Maret 2020 | 17:10 WIB
RI
IC
Penulis: Robert Isidorus | Editor: CAH
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (kiri) menyalami anggota TNI di sela-sela upacara apel gabungan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin, 14 Oktober 2019.
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (kiri) menyalami anggota TNI di sela-sela upacara apel gabungan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin, 14 Oktober 2019. (Antara/M Risyal Hidayat)

Jayapura, Beritasatu.com - Juru Bicara komando nasional tentara pembebasan nasional Papua Barat (TPNPB)-Organisasi Papua Merdeka (OPM) Sebby Sambom mengungkapkan pihaknya bertanggungjawab atas aksi penembakan yang dilakukan di area Free[prt, Senin (30/3/2020) kemarin.

"Kami yang bertanggungjawab atas penembakan di Kuala Kencana dan mulai sekarang karyawan harus tinggalkan perusahaan. Biar TNI - Polri yang bertugas supaya baku tembak dengan pasukan TPNPB-OPM," ujar Sebby Sambom, Selasa (31/3/2020). 

Aksi penembakan di siang hari itu mengakibatkan jatuhnya 6 korban diantaranya 1 WNA meninggal dunia dan 5 luka-luka yang merupakan pekerja PT Freeport Indonesia.

Sementara itu aparat kepolisian Polres Mimika melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Selasa (31/3) pagi dipimpin langsung oleh Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab.

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, mengungkapkan, dari hasil olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi diketahui bahwa jumlah pelaku penembakan berjumlah kurang lebih delapan orang dengan membawa senjata laras panjang.

"Dari keterangan saksi kunci kami mendapatkan informasi bahwa pelaku penembakan kurang lebih 8 orang dengan membawa senjata laras panjang. Mereka melakukan penembakan dari arah depan dan samping kantor," katanya kepada wartawan di Kuala Kencana, Mimika, Selasa (31/3/2020) siang.

Kapolda menduga kelompok ini sudah masuk ke lokasi pada malam hari, karena menguasai areal dan sudah mengetahui target yang dituju.

"Dugaan kami bahwa mereka sudah masuk sejak malam sehingga sudah mengetahui atau menguasai lokasi ini. Kemudian sepertinya mereka sudah mengetahui sasarannya kepada siapa? Ini yang menjadi pertanyaan juga bagi kami, sehingga akan kami dalami lebih jauh," bebernya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon