Mulai 1 Mei, Tiket Kapal Penyebrangan Hanya Bisa Dibeli Online
Jumat, 17 April 2020 | 13:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan melalui Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengumumkan pembelian tiket layanan angkutan penyebrangan laut akan sepenuhnya dilakukan secara online per 1 Mei 2020. Langkah ini dilakukan untuk mencegah antrian pembeli tiket di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Sejak diluncurkan pada bulan Maret lalu, PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah meluncurkan layanan pembelian online baik melalui aplikasi Ferizy atau situs www.ferizy.com.
"Apa yang dilakukan ASDP adalah jawaban atas tuntutan masyarakat untuk mempermudah pelayanan menggunakan teknologi. Dengan ini, kami mengharapkan pelanggan untuk membiasakan teknologi untuk pemesanan tiket. Tahap berikutnya bisa dilakukan pembayaran di gerai retail terdekat seperti Alfamart atau Indomaret," jelas Budi pada konferensi pers yang digelar secara online, Jumat (17/4/2020).
Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi menyatakan, ASDP sebelumnya menggunakan sistem pembelian tiket langsung. Namun, hal ini menimbulkan beberapa masalah khususnya di masa liburan lebaran atau natal.
"Apabila tidak diatur, maka akan memburuk bagi pengguna jasa apalagi jalan tol dari Palembang sudah semakin mulus menuju Bakauheni. Nantinya, tidak dapat dilakukan pencatatan manifest yang efisien dan antrian semakin panjang. Ini harus diubah untuk memastikan kenyamanan dan pembatasan jarak fisik (physical distancing) bagi pengguna," jelas Ira.
ASDP telah menyediakan sejumlah buffer zone di luar area pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk di mana pembeli yang belum bertiket dapat membeli tiket online terlebih dahulu.
Loket transaksi cashless juga tersedia untuk mengantisipasi sistem online ticketing mengalami kendala.
Pembelian tiket secara online dapat dilakukan maksimal dua jam sebelum keberangkatan. Pembeli dapat mengubah atau membatalkan kepergian paling lambat 48 jam sebelum jadwal keberangkatan.
Dirjen Budi juga menjelaskan bahwa pihaknya telah mengadakan sosialisasi kepada beberapa asosiasi transportasi terkait seperti Gapasdap, Aptrindo, serta Organda.
"Progress [pembelian tiket secara online] sudah mencapai 70 persen. Kami masih ada waktu hingga awal Mei. Diharapkan ada perubahan perilaku masyarakat ke arah online. Pelaksanaan di lapangan mungkin ada hambatan karena kita mengubah kebiasaan dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar," tutup Budi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




