Pangdam XVII Cenderawasih Minta Maaf

Tim Gabungan Sedang Menyidik Kasus Bentrok Polisi dan TNI di Membramo Raya

Jumat, 17 April 2020 | 19:04 WIB
RI
B
Penulis: Robert Isidorus | Editor: B1
Kapolda Papua memberi penghormatan kepada tiga jenasah anggota Polri yang tewas ditembak oknum TNI.
Kapolda Papua memberi penghormatan kepada tiga jenasah anggota Polri yang tewas ditembak oknum TNI. (Istimewa)

Jayapura, Beritasatu.com - Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menegaskan, tiga anggota Polri yang meninggal di Kabupaten Mamberamo Raya berasal dari Merauke.

"Saya mau menyampaikan bahwa hal tersebut sudah terjadi dan sedang dalam proses penyidikan dan penyelidikan oleh gabungan tim yang dikomandoi oleh Danrem, Danpomdam, Pasiintel, Dirintel, Bidkum dan Kabid Propam yang dibantu oleh Kapolres dan Dandim,"ujar Kapolda, Jumat (17/4/2020).

Bentrok antara anggota TNI dari Yonif 755/ Yalet dengan anggota Polres Mamberamo Raya yang terjadi pada Minggu (12/4/2020) pagi menewaskan tiga anggota Polri yang ditembak oknum anggota TNI.

Dalam kesempatan itu, ia meminta semua pihak agar masalah tersebut tidak diperkeruh. "Kami selalu melakukan komunikasi dengan anggota dan segala bentuk permasalahan diselesaikan sampai tuntas, karena akan menimbulkan potensi-potensi permasalahan lainya dari pihak-pihak luar menghangatkan permasalahan tersebut yang nantinya disalahartikan oleh anggota di lapangan seperti yang terjadi di Mamberamo Raya," kata Paulus.

Paulus mengatakan, pihaknya lewat awak media menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. "Selain itu, berterima kasih kepada bupati, rekan-rekan di sini atas responya untuk menerima korban dan memfasilitasi sampai dengan pemakaman terakhir. Pesan terakhir kami tetap jaga sinergitas antar kesatuan, kekompakan dengan melakukan komunikasi setiap saat sehingga hubungan kekeluargaan selalu terjaga," kata Kapolda.

Kapolda meminta agar kejadian di Mamberamo Raya tidak terjadi lagi diwilayah lain. "Tolong jangan lakukan hal yang sama di tempat lain," kata dia.

Ia meminta semua anggota Polri di daerah yang dipimpinnya membuat pimpinan Polri tersenyum. "Lakukan tindakan keamanan dengan langkah-langkah humanis. Tunjukan dinamis kemampuan person dan buatlah prestasi," kata dia.

Sementara itu Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab, mengatakan, kejadian di Membramo sudah terjadi dan sekarang sedang diselidiki. Herman meminta saat ini dan ke depan harus menjaga kekompakan, kebersamaan, sinergitas, skill dan atitude yang positif. "Kalau hal seperti itu dilakukan maka semuanya pasti berjalan dengan aman dan damai," kata dia.

Pada kesempatan itu, Pangdam menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan semua anggota masyarakat. "Lewat media saya mewakili Panglima TNI, Kasad dan semua prajurit TNI meminta maaf kepada keluarga korban, kepada Kapolri, Kapolda beserta seluruh jajaran kepolisian tentang situasi yang terjadi. Para korban adalah saudara-saudara saya sendiri, saudara kita," kata Pangdam.

Pangdam mengharapkan agar semua semua pihak tetap menjaga kebersamaan dan kekompakan dengan perwujudan yang bermacam-macam lewat saling silahturahmi kesatuan, olah raga bersama.

"Apa bila terdapat masalah, unsur pimpinan secepatnya mengambil langkah, apabila tidak dilakukan maka hal ini yang akan menjadi potensi timbulnya suatu permasalahan dan untuk mengatasi semua ini kuncinya hanya satu yaitu komukasi,"tandasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon