PT Pos Bengkulu Mulai Salurkan BST ke Warga Terdampak Covid-19

Kamis, 7 Mei 2020 | 13:19 WIB
U
JM
Penulis: Usmin | Editor: JEM
Warga Kota Bengkulu terdampak Covid-19, beberapa waktu lalu sempat antre menyerahkan bukti fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK) kepada petugas PT Pos Bengkulu, untuk mencairkan dana bantuan langsung tunai (BST) jatah April 2020 sebesar Rp 600.000 per KK.
Warga Kota Bengkulu terdampak Covid-19, beberapa waktu lalu sempat antre menyerahkan bukti fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK) kepada petugas PT Pos Bengkulu, untuk mencairkan dana bantuan langsung tunai (BST) jatah April 2020 sebesar Rp 600.000 per KK. (Suara Pembaruan/Usmin)

Bengkulu, Beritasatu.com - PT Pos Bengkulu, mulai menyalurkan bantuan sosial tunai (BST) untuk bulan April sebesar Rp 600.000 per kepada keluarga (KK) kepada warga terdampak wabah virus corona atau Covid-19 di daerah ini.

"BST atau bantuan langsung tunia (BLT) yang kita salurkan kepada warga terdampak Covid-19 di Kota Bengkulu, untuk jatah bulan April 2020. Besar nominal yang diterima warga Rp 600.000 per KK," kata Humas PT Pos Bengkulu, Aldi Afanda kepada SP, di Bengkulu, Kamis (7/5/2020).

Ia mengatakan, jumlah warga kurang mampu yang terdampak langsung wabah penyebaran virus corona di Kota Bengkulu, yang tercatat sebagai penerima dana BST sebanyak 1.500 KK, tersebar di 9 kecamatan yang ada di daerah ini.

Dana BST ini diberikan Kemsos kepada warga terdampak Covid-19 sebanyak Rp 1,8 juta per KK, dan pencairanya dilakukan selama tiga kali, yakni bulan April, Mei dan Juni 2020 masing-masing Rp 600.000 per.

"Dana BST yang kita salurkan sekarang kepada warga terdampak Cobid-19 di Kota Bengkulu, untuk jatah bulan April 2020. Sedangkan jatah dua bulan lagi akan dicairkan pada akhir Mei dan Juni mendatang," ujarnya.

Namun, jadwal pencairan tahap II dan III tersebut, belum ada kepastian tanggalnya. "Yang jelas, jadwal penciaran dana BST ditentukan olej Kemsos. PT Pos Bengkulu hanya sebagai pelaksana pembayaran saja kepada warga penerima dana BST tersebut," ujarnya.

Aldi menambahkan, pencairan dana BST di Kota Bengkulu, dilaksanakan selama 4 hari, sejak Rabu (6/5) hingga Sabtu (9/5) mendatang. Namun, bagi warga yang tidak sempat mencairkan dana BST dalam 4 hari tersebut, bisa mengambil dihari berikutnya di kantor pos setempat.

Pencairan dana BST tersebut dilakukan PT Pos Bengkulu di dua kecamatan setiap hari. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan warga guna mencegah penyebaran wabah virus corona di daerah ini.

"Kita bersyukur pencairan dana BST di Kota Bengkulu, berjalan lancar dan masyarakat tetap disiplin menjaga jarak atau physical distancing, sehingga tidak terjadi kerumunan warga di halaman kantor pos setempat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bengkulu, Iskandar ZO mengatakan, jumlah warga terdampak Covid-19 penerima BST di Provinsi Bengkulu tercatat sebanyak 60.000 KK dengan total dana Rp 108 miliar.

Warga penerima BST sebanyak ini, tersebar di 10 kabupaten dan Kota di Bengkulu. Namun, Iskandar tidak menyebutkan secara ini jumlah warga penerima BST di masing-masinh kabupaten dan kota kecuali Kota Bengkulu sebanyak 1.500 KK.

Dijelaskan, warga penerima BST tersebut, tidak tercatat sebagai penerima bansos bantuan pangan non tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Provinsi Bengkulu. "Jadi, warga penerima BST tersebut, benar-benar masyarakat yang terdampak penyebaran virus corona di daerah ini," ujarnya.

Penyaluran dana BST kepada warga terdampak Covid-19 di Bengkulu, dilaksanakan secara serentak pada Rabu (6/5/2020) hingga tiga hari ke depan. Pencairan dana BST di Bengkulu, seluruhnya melalui kantor pos yang ada di 9 kabupaten dan kota di daerah ini.

Aswati (37), salah seorang penerima dana BST mengatakan, dirinya terima kasih diberikan dana bansos Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan oleh Kemsos, sehingga kebutuhan pangan keluarganya bisa teratasi dari uang bansos.

"Saya terima kasih sekali Pak diberikan dana BST sebesar Rp 600.000, sehingga saya bisa membeli beras dan kebutuhan lainya disaat wabah pandemi virus corona. Suami saya sekarang nyaris tidak ada penghasilan sebagai buruh serabutan di pasar karena barang yang diangkat sejak Covid-19 benar-benar sepi," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Bustari (52), salah seorang tukang parkir di Kota Bengkulu. Ia mengatakan, dana BST yang diberikan pemerintah kepada dirinya sangat membantu untuk mengatasi kebutuhan pangan keluarganya.

"Uang BST yang saya terima ini akan belikan beras dan sebagian lagi untuk keperluan lainnya. Saya terbantu sekali dengan diberikan BST ini, sehingga saya tidak pusing untuk memikirkan membeli beras kebutuhan pangan keluarga disaat penghasilan sebagai tukang parkir tidak menentu," ujarnya.

Bustari mengaku, sebelum ada wabah Cobid-19 di Kota Bengkulu, penghasilanya sebagai tukang parkir rata-rata Rp 75.000 per hari, tapi setelah ada Covid-19 penghasilan anjlok hanya Rp 30.000 per hari.

Hal ini terjadi karena kendaraan yang diparkir di lokasi parkirannya setiap hari terus berkurang, akibat warga takut keluar dan banyak tinggal di rumah saja, serta aktivitas masyarakat turun selama wabah virus corona.

"Saya berharap penyebaran wabah virus corona di Tanah Air, termasuk Bengkulu, segera lenyap sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Dengan demikian, berbagai usaha yang digeluti masyarakat selama ini kembali normal," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon