Ketua KPK Tampil pada Malam Apresiasi Puisi RRI

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 16:23 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Ketua KPK Firli Bahuri saat memberikan ceramah umum secara virtual dalam acara pembukaan PKN Tingkat I Angkatan XLVII Tahun 2020, Senin (10/8). Acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Ketua KPK Firli Bahuri saat memberikan ceramah umum secara virtual dalam acara pembukaan PKN Tingkat I Angkatan XLVII Tahun 2020, Senin (10/8). Acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN). (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri akan membaca puisi pada Malam Apresiasi Puisi dengan tema Indonesia Merdeka Virus Covid dan Korupsi.

Acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) di Kantor Pusat Auditorium RRI, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (17/8/2020).

Firli akan membacakan puisi berjudul Membangun Martabat Bangsa. Puisi ini merupakan pesan kebangsaan yang kuat dan sarat dengan peringatan agar masyarakat menjauh dari perilaku buruk bernama korupsi.

RRI dan KPK mengajak masyarakat untuk mencintai Indonesia dengan melawan korupsi.

Selain Firli, akan unjuk kebolehan pula Direktur Utama LPP RRI M Rohanudin, Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid, Acep Zamzam Noor, Sutardji Calzoum, Peri Sandi, Septian Dwicahyo, Dwiki Dharmawan, Ita Purnama Sari, dan Lucky Oc.

Rohanudin akan membaca puisi berjudul Kemerdekaan, Corona, dan Korupsi, dengan diiringi penari kontemporer yang memainkan peran dan ekspresi topeng-topeng di tengah keganasan budaya korupsi dan keganasan Covid-19.

"Keganasan ini tetap harus disikapi dengan arif dan bijaksana oleh penentu kebijakan, selama masih konsisten memberi pelayanan kepada masyarakat yang sedang dalam ketakutan akibat serangan pandemi Covid-19," ujar Rohanudin, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (15/8/2020).

Menurut Rohanudin, bangsa Indonesia harus berterima kasih terhadap perjuangan para pahlawan yang mengorbankan jiwa raga untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

"Acara nanti akan digelar selama 120 menit dengan menyajikan dan mengeksplorasi seni yang merupakan penggabungan musik tradisional karawitan seni Sunda dengan musik modern, pembacaan puisi, tari kontemporer, pantomim, serta penampilan sejumlah artis ibu kota," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon