Tim Gabungan Gelar Olah TKP Penembakan Intan Jaya
Minggu, 27 September 2020 | 14:51 WIB
Jayapura, Beritasatu.com - Tim Gabungan TNI-Polri menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus penembakan Pendeta Yerima Zanambani dan Anggota BKO Koramil Persiapan Hitadipa Pratu Serka Sahlan di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Sabtu (26/9/2020) pukul 09.06 WIT. Olah TKP tersebut dipimpin Ipda Y. Urbinas, didampingi Kapolres Intan Jaya AKBP I Wayan G. Antara.
Adapun 3 lokasi dilaksanakannya olah TKP yakni Pos TNI Satgas Apter Hitadipa, Kampung Bomba, Distrik Hitadipa dan Kampung Sugapa Lama, Distrik Hitadipa.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs Ahmad Musthofa Kamal, SH mengatakan, olah TKP yang dilaksanakan tim gabungan TNI-Polri, guna mengumpulkan bukti-bukti kuat terkait penembakan yang terjadi di kabupaten Intan Jaya. Dengan ini diharapkan akan mendapatkan titik terang dari rentetan kasus penembakan tersebut.
BACA JUGA
TNI-Polri Buru KKB Intan Jaya
Dikatakan dalam kurun 2 bulan terakhir ini telah terjadi kasus kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di kabupaten Intan Jaya, dimana dari kejadian tersebut menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
"Aparat TNI/Polri akan melakukan penegakan hukum terhadap kelompok tersebut, karena sudah meresahkan warga yang ada di sekitar daerah tersebut," tegasnya.
Diketahui, Pendeta Yerima Zanambani meninggal setelah ditembak di Kampung Bomba, Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Sabtu (19/9/2020) sekitar pukul 18.00 WIT. Sedangkan Serka Sahlan gugur, setelah ditembak di Kampung Sugapa Lama, Distrik Hitadipa, Kamis (17/9/2020) sekitar pukul 10.50 WIT.
Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (Pembela HAM Sedunia) Theo Hesegem, mengusulkan kepada Gubernur Papua Lukas Enembe, segera membentuk Tim Gabungan untuk mengungkap pelaku dugaan penembakan yang menyebabkan meninggalnya Pendeta Yeremia Zanambani, serta serangkaian kasus pembunuhan yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya sepekan terakhir ini.
Theo mengatakan, tim gabungan akan bekerja jauh lebih efektif sehingga tim ini jadi tim independen, yang tidak berpihak kepada pihak TNI-Polri atau TPNPB-OPM.
"Tim ini betul-betul mengungkapkan kebenaran, kejujuran dan keadilan sehingga tidak merugikan keluarga korban," ujarnya, Minggu (27/9/2020).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




