Rancangan APBD 2021, DPRD DKI Minta Dishub Fokus Tangani Kemacetan

Rabu, 18 November 2020 | 23:50 WIB
YP
BW
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: BW
Antrian kemacetan panjang kendaraan di dalam Tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) yang melintas di Simpang Susun Cikunir yang merupakan perpecahan Tol JORR menuju Dalam Kota ataupun menuju Tol Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Kamis 29 Oktober 2020.
Antrian kemacetan panjang kendaraan di dalam Tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) yang melintas di Simpang Susun Cikunir yang merupakan perpecahan Tol JORR menuju Dalam Kota ataupun menuju Tol Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Kamis 29 Oktober 2020. (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi B DPRD DKI Jakarta meminta Dinas Perhubungan (Dishub) fokus mengalokasikan anggaran tahun 2021 untuk menangani kemacetan.

Pasalnya, dalam kerangka rencana anggaran, Komisi B DPRD DKI Jakarta belum melihat adanya keseriusan Dishub dalam menuntaskan masalah macet Jakarta.

"Kita minta Dishub agar seluruh kegiatan unggulan yang mereka usulkan itu bisa merepresentasikan kegiatan strategis daerah untuk mengatasi kemacetan," ujar Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz, Rabu (18/11/2020).

Sebagaimana rencana anggaran dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Rancangan APBD Tahun Anggaran 2021, terdapat 25 kegiatan prioritas yang akan dilakukan Dishub DKI. Proyeksi anggaran dari 25 kegiatan prioritas tersebut sebesar sebesar Rp 4,25 triliun.

Menurut Abdul Aziz, ke-25 kegiatan tersebut perlu dikaji ulang agar bisa dipastikan dampaknya terhadap upaya menangani kemacetan.

"Kalau program itu mau dijalankan semua, kita harus kalkulasi ulang. Perlu kita kaji untuk mengetahui seberapa besar tingkat keberhasilan dari seluruh program tersebut dalam menangani kemacetan," tandas Abdul Aziz.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, dari 25 kegiatan unggulan, empat di antaranya mampu menurunkan tingkat kemacetan, yaitu, pemberian subsidi untuk pelayanan Transjakarta sebesar Rp 2,87 triliun, pemberinan subsidi untuk pelayanan kereta MRT Rp 509 miliar, pemberian subsidi untuk pelayanan kereta LRT Rp 270 miliar, terakhir pengembangan dan peningkatan intelligent transportation system (ITS) traffic light Rp 18,57 miliar.

"Tentu yang menjadi prioritas untuk mengatasi kemacetan yaitu bagaimana agar integrasi transportasi berlangsung secara baik. Oleh sebab itu, 2021, subsidi transportasi menjadi program prioritas kami," kata Syafrin.

Syafrin juga yakin, pengembangan dan peningkatan ITS traffic light mampu menurunkan tingkat kemacetan dengan cara mengurangi antrean di persimpangan jalan sebesar 30 persen.

"Bisa dibayangkan kalau terjadi penataan secara keseluruhan, terutama di persimpangan jalan yang kerap kali menjadi pusat kemacetan, maka dapat dipastikan dengan itu pergerakan warga dari sisi mobilitas bisa lancar," pungkas Syafrin.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon