Mangkir Rapid Test, Anggota KPPS Diganti
Kamis, 3 Desember 2020 | 20:28 WIB
Depok, Beritasatu.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok menegaskan, pihaknya telah melaksanakan pemeriksaan rapid test Covid-19 kepada seluruh anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sesuai jadwal yang telah disepakati dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok. Adapun jadwal yang disepakati yaitu selama tiga sampai empat hari, dimulai dari 26-29 November di setiap puskesmas.
"Semua puskesmas sudah menjalankan tanggung jawabnya dalam melakukan pemeriksaan rapid test bagi anggota KPPS sesuai kesepakatan. Untuk ketidakhadiran para petugas KPPS adalah diluar tanggung jawab kami," tutur Kepala Dinkes Kota Depok, Novarita, di Depok, Jawa Barat, Kamis (3/12/2020).
Novarita mengungkapkan, ada sekitar 36.125 anggota KPPS yang wajib melakukan pemeriksaan rapid test. Namun, tercatat sebanyak 4.085 anggota KPPS tidak hadir pada jadwal yang telah ditentukan.
"Kami juga akan menjadwalkan kembali pemeriksaan bagi para petugas yang belum melakukan pemeriksaan rapid test. KPU bertanggung jawab untuk memastikan kehadiran seluruh petugas untuk mengikuti pemeriksaan tersebut," kata Novarita.
Saat ini pihaknya sedang menindaklanjuti anggota KPPS yang hasil rapid test-nya reaktif dengan langsung melakukan swab test. KPU diminta untuk menyiapkan anggota pengganti bagi yang reaktif sesuai kesepakatan bersama.
"Jadi, jika kami mendapati anggota yang reaktif maka langsung meminta KPU agar segera menyiapkan penggantinya tanpa menunggu hasil tindak lanjut tes swab oleh Dinkes," ujar Novarita.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna menuturkan, bagi anggota KPPS yang hasil rapid test-nya reaktif maka akan langsung diganti dengan orang lain. Sedangkan bagi mereka yang tidak datang saat jadwal tes dilaksanakan, maka KPU Kota Depok memberikan jadwal ulang sampai dengan Sabtu (5/12/2020) untuk dapat mengikuti tes.
"Bagi yang reaktif langsung kami ganti dengan orang lain. Kalau yang belum datang akan kami jadwal ulang sampai Sabtu. Jika tidak datang juga maka akan kami ganti dengan orang lain," papar Nana.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




