Dubes Baru Jepang untuk China Meninggal Dunia
Minggu, 16 September 2012 | 21:02 WIB
Penyebab meninggalnya Nishimiya masih belum jelas
Duta besar Jepang yang baru diangkat untuk China, Shinichi Nishimiya meninggal di sebuah rumah sakit Tokyo, kata kementerian luar negeri, hari ini, tiga hari setelah ia ditemukan pingsan di satu jalan ibu kota Jepang itu.
Salah seorang pejabat kementerian luar negeri, Takashi Ariyoshi, para dokter sedang memeriksa penyebab kematian itu. Namun rincian soal penyakitnya belum diungkapkan.
Nishimiya, 60 tahun, ditemukan tidak sadarkan diri di satu jalan dekat rumahnya dalam perjalanan ke kantor.
Menurut rencana, pada pertengahan Oktober ia akan menggantikan Uichiro Niwa sebagai duta besar Jepang di Beijing.
Kematian Nishimiya terjadi saat ketegangan antara Jepang dan China meningkat menyangkut sengketa pulau-pulau di Laut China Timur yang diklaim kedua negara.
Protes-protes anti-Jepang meningkat di kota-kota China sehingga memaksa polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan ribuan pemrotes di kota Shenzhen China selatan, dekat Hong Kong.
Protes-protes itu merupakan satu kemunduran dalam hubungan China dan Jepang yang telah lama terganggu.
Demonstrasi terjadi setelah keputusan Jepang pada Selasa (11/9) untuk membeli pulau-pulau yang disengketakan yang oleh Tokyo dinamakan Senkaku dan Beijing menamakannya Diaoyu yang diperkirakan memiliki cadangan gas yang besar, dari seorang pemilik Jepang.
Duta besar Jepang yang baru diangkat untuk China, Shinichi Nishimiya meninggal di sebuah rumah sakit Tokyo, kata kementerian luar negeri, hari ini, tiga hari setelah ia ditemukan pingsan di satu jalan ibu kota Jepang itu.
Salah seorang pejabat kementerian luar negeri, Takashi Ariyoshi, para dokter sedang memeriksa penyebab kematian itu. Namun rincian soal penyakitnya belum diungkapkan.
Nishimiya, 60 tahun, ditemukan tidak sadarkan diri di satu jalan dekat rumahnya dalam perjalanan ke kantor.
Menurut rencana, pada pertengahan Oktober ia akan menggantikan Uichiro Niwa sebagai duta besar Jepang di Beijing.
Kematian Nishimiya terjadi saat ketegangan antara Jepang dan China meningkat menyangkut sengketa pulau-pulau di Laut China Timur yang diklaim kedua negara.
Protes-protes anti-Jepang meningkat di kota-kota China sehingga memaksa polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan ribuan pemrotes di kota Shenzhen China selatan, dekat Hong Kong.
Protes-protes itu merupakan satu kemunduran dalam hubungan China dan Jepang yang telah lama terganggu.
Demonstrasi terjadi setelah keputusan Jepang pada Selasa (11/9) untuk membeli pulau-pulau yang disengketakan yang oleh Tokyo dinamakan Senkaku dan Beijing menamakannya Diaoyu yang diperkirakan memiliki cadangan gas yang besar, dari seorang pemilik Jepang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




