Kisruh PSSI, Assosiasi Pemain Mengadu ke Menpora

Rabu, 3 Oktober 2012 | 18:16 WIB
AD
B
Penulis: Antara/ Yudo Dahono | Editor: B1
Ponaryo Astaman.
Ponaryo Astaman. (Antara)
Kisruh berkepanjangan di tubuh PSSI amat dikhawatirkan Asosiasi Pemain Sepak bola (APPI).

Pemain sepak bola Indonesia yang tergabung Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengadu ke Menpora Andi Mallarangeng, terkait belum tuntasnya polemik yang terjadi di tubuh Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Dalam audiensi dengan Menpora di Kantor Kemenpora Jakarta, hari ini, Rabu (3/10), pihak APPI diwakili oleh Presiden APPI Ponaryo Astaman, Wakil Presiden APPI Bambang Pamungkas, Hamka Hamzah serta pemain dari kompetisi IPL, Hamdi Ramdan.

"Intinya mereka sangat prihatin dengan kondisi saat ini. Dalam pertemuan tadi mereka juga menyampaikan pikiran-pikirannya," kata Menpora Andi Mallarangeng usai audiensi.

Menurut Andi, kendati pemain prihatin dengan kondisi persepakbolaan nasional saat ini dalam audiensi bersama APPI pihaknya mendapatkan satu hal yang sangat menggembirakan yaitu masalah nasionalisme.

Para pemain baik dari kompetisi Indonesia Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL), tetap menginginkan Timnas itu satu dan berisikan pemain-pemain terbaik di Indonesia saat ini.

"Mereka tetap memikirkan satu Timnas yang kuat. Makanya kami sangat mengapresiasi masukan dari pemain ini," jelas Andi.

Lebih lanjut Andi menambahkan, agar permasalahan di PSSI bisa dituntaskan pihaknya meminta kedua belah pihak yaitu PSSI dan KPSI melaksanakan semua keputusan yang dihasilkan pada rapat "Joint Committe" di Kuala Lumpur, Malaysia, beberapa waktu lalu.

"Proses harmonisasi harus secepatnya dilakukan agar Timnas kembali bersatu," kata pria kelahiran Makassar itu.

Saat ini timnas Indonesia terbagi menjadi dua yaitu Timnas KPSI dibawah asuhan Alfred Riedl dan Timnas PSSI dibawah asuhan Nil Maizar.

Sementara itu Presiden APPI Ponaryo Astaman berharap konflik yang ada saat ini bisa diselesaikan dengan baik. Apalagi langkah-langkah untuk penyelesaian telah diputuskan dalam rapat Joint Committe yang dipantau langsung oleh AFC.

"Kami ingin poin-poin rapat Joint Committe bisa dilaksanakan oleh kedua belah pihak," tukasnya.

Menurut dia, dengan munculnya dua timnas membuat pemain sulit untuk mengembangkan kemampuan terbaiknya. Padahal masuk timnas adalah impian semua pemain sepak bola.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon