Sepanjang 2012, 89 Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Sultra
Minggu, 2 Desember 2012 | 17:58 WIB
Kasus tertinggi menurut faktor resiko penularan adalah melalui hubungan seks tidak aman
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara selama tahun 2012 telah menemukan 89 kasus HIV/AIDS yang tersebar di kabupaten dan kota.
Kepala Dinas Kesehatan Sultra, Amin Yohanis, di Kendari, Minggu (2/12) mengatakan, data yang dirilis tersebut terhitung dari Januari hingga Oktober 2012.
"Dari jumlah tersebut, kasus tertinggi menurut faktor resiko penularan adalah melalui hubungan seks tidak aman pada heteroseksual 83 orang dan enam orang penderita anak," katanya.
Sedangkan menurut kelompok umur katanya, kasus terbanyak pada umur 25 sampai 49 tahun sebesar 75 persen dan jenis kelamin laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan yakni 51 laki-laki dan selebihnya perempuan.
"Persebaran HIV menurut pekerjaan terbanyak pada pekerja wiraswasta 32 orang, dan ibu rumah tangga 25 orang," ujar Amin Yohanis.
Menurutnya, angka tersebut sebenarnya tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya, mengingat kasus-kasus HIV/AIDS adalah fenomena "gunung es", artinya jika ditemukan satu kasus kemungkinan ada 100 kasus lain yang belum ditemukan.
"Ditambah lagi, layanan VCT (Volumtary Counseling and testing) sebagai pintu masuk penemuan kasus HIV di Sultra masih sangat terbatas," katanya.
Ia menjelaskan, situasi HIV/AIDS di SUltra dari tahun ke tahun menunjukan peningkatan kasus walaupun masih dalam batas low epidemic, artinya HIV telah ada namun belum menyebar pada sub populasi tertentu, inveksi yang tercatat hanya pada individu yang berprilaku resiko tinggi.
Sejak ditemukan kasus HIV/AIDS di Sultra tahun 2004 sampai oktober 2012 komulatif kasus HIV/AIDS sebanyak 245 kasus dengan rincian penderita yang terinveksi HIV 130 orang dan penderita AIDS 115 orang.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara selama tahun 2012 telah menemukan 89 kasus HIV/AIDS yang tersebar di kabupaten dan kota.
Kepala Dinas Kesehatan Sultra, Amin Yohanis, di Kendari, Minggu (2/12) mengatakan, data yang dirilis tersebut terhitung dari Januari hingga Oktober 2012.
"Dari jumlah tersebut, kasus tertinggi menurut faktor resiko penularan adalah melalui hubungan seks tidak aman pada heteroseksual 83 orang dan enam orang penderita anak," katanya.
Sedangkan menurut kelompok umur katanya, kasus terbanyak pada umur 25 sampai 49 tahun sebesar 75 persen dan jenis kelamin laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan yakni 51 laki-laki dan selebihnya perempuan.
"Persebaran HIV menurut pekerjaan terbanyak pada pekerja wiraswasta 32 orang, dan ibu rumah tangga 25 orang," ujar Amin Yohanis.
Menurutnya, angka tersebut sebenarnya tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya, mengingat kasus-kasus HIV/AIDS adalah fenomena "gunung es", artinya jika ditemukan satu kasus kemungkinan ada 100 kasus lain yang belum ditemukan.
"Ditambah lagi, layanan VCT (Volumtary Counseling and testing) sebagai pintu masuk penemuan kasus HIV di Sultra masih sangat terbatas," katanya.
Ia menjelaskan, situasi HIV/AIDS di SUltra dari tahun ke tahun menunjukan peningkatan kasus walaupun masih dalam batas low epidemic, artinya HIV telah ada namun belum menyebar pada sub populasi tertentu, inveksi yang tercatat hanya pada individu yang berprilaku resiko tinggi.
Sejak ditemukan kasus HIV/AIDS di Sultra tahun 2004 sampai oktober 2012 komulatif kasus HIV/AIDS sebanyak 245 kasus dengan rincian penderita yang terinveksi HIV 130 orang dan penderita AIDS 115 orang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




