Vakum, Kegiatan Belajar Mengajar di Puncak Jaya
Jumat, 14 Desember 2012 | 07:41 WIB
Bentuk gangguan terhadap proses belajar di antaranya pembakaran sekolah.
Proses pendidikan atau belajar mengajar terhenti selama empat tahun terakhir pada empat distrik di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, terkait faktor keamanan, antara lain adanya kelompok sipil bersenjata.
Bupati Puncak Jaya Hanock Ibo di Mulia, pekan ini, mengatakan bahwa proses belajar mengajar pada empat distrik hingga kini masih terhambat akibat seringnya terjadi gangguan keamanan yang dilakukan kelompok sipil bersenjata. Distrik itu, yakni Distrik Mewoluk, Distrik Tingginambut, Distrik Yamo dan Distrik Torere.
Ia mengakui terhambatnya proses belajar mengajar itu juga diakibatkan gedung sekolah dibakar orang tidak bertanggung jawab sehingga anak anak tidak dapat belajar.
Guna mengatasi masalah di bidang pendidikan itu, pihaknya kini terus berupaya melakukan pendekatan dengan kelompok yang selama menganggu masyarakat mengingat mereka juga adalah penduduk Kabupaten Puncak Jaya.
"Mudah-mudahan dengan terus dilakukannya pedekatan terhadap kelompok tersebut situasi keamanan di Kab.Puncak Jaya berangsur kondusif," harap Bupati Ibo.
Menurutnya bahwa selain menyebabkan terhentinya proses belajar mengajar faktor keamanan juga menyebabkan terhambatnya pembangunan mengingat kelompok tersebut juga sering menganggu kendaraan yang mengangkut berbagai barang kebutuhan masyarakat.
Padahal, kata Bupati Ibo, transportasi darat yang menghubungkan Wamena-Mulia saat ini menjadi alternatif utama khususnya untuk mengangkut berbagai bahan baik makanan maupun bangunan.
"Hal itu disebabkan hingga saat ini untuk mencapai Mulia hanya dapat menggunakan pesawat berbadan kecil seperti jenis cessna, caravan, atau philatus," kata Bupati Ibo.
Proses pendidikan atau belajar mengajar terhenti selama empat tahun terakhir pada empat distrik di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, terkait faktor keamanan, antara lain adanya kelompok sipil bersenjata.
Bupati Puncak Jaya Hanock Ibo di Mulia, pekan ini, mengatakan bahwa proses belajar mengajar pada empat distrik hingga kini masih terhambat akibat seringnya terjadi gangguan keamanan yang dilakukan kelompok sipil bersenjata. Distrik itu, yakni Distrik Mewoluk, Distrik Tingginambut, Distrik Yamo dan Distrik Torere.
Ia mengakui terhambatnya proses belajar mengajar itu juga diakibatkan gedung sekolah dibakar orang tidak bertanggung jawab sehingga anak anak tidak dapat belajar.
Guna mengatasi masalah di bidang pendidikan itu, pihaknya kini terus berupaya melakukan pendekatan dengan kelompok yang selama menganggu masyarakat mengingat mereka juga adalah penduduk Kabupaten Puncak Jaya.
"Mudah-mudahan dengan terus dilakukannya pedekatan terhadap kelompok tersebut situasi keamanan di Kab.Puncak Jaya berangsur kondusif," harap Bupati Ibo.
Menurutnya bahwa selain menyebabkan terhentinya proses belajar mengajar faktor keamanan juga menyebabkan terhambatnya pembangunan mengingat kelompok tersebut juga sering menganggu kendaraan yang mengangkut berbagai barang kebutuhan masyarakat.
Padahal, kata Bupati Ibo, transportasi darat yang menghubungkan Wamena-Mulia saat ini menjadi alternatif utama khususnya untuk mengangkut berbagai bahan baik makanan maupun bangunan.
"Hal itu disebabkan hingga saat ini untuk mencapai Mulia hanya dapat menggunakan pesawat berbadan kecil seperti jenis cessna, caravan, atau philatus," kata Bupati Ibo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




