Kampanye Perlindungan Anak, Kak Seto Mengarang Novel
Senin, 21 Januari 2013 | 18:33 WIB
"Ada romantismenya juga".
Malang melintang sebagai sosok yang peduli akan masa depan anak-anak Indonesia, kini Seto Mulyadi atau yang akrab disapa dengan sebutan Kak Seto tengah menyiapkan kampanye perlindungan anak lewat tulisannya yang dituangkan dalam sebuah novel.
"Judulnya Kakak Batik, karena dari dulu sampai sekarang saya suka baju batik. Itu untuk promosi nasionalisme Indonesia juga," terangnya saat ditemui di kawasan Kemang, Senin (21/1).
Menggandeng penerbit buku Mizan, Kakak Batik yang sudah memasuki tahap revisi itu menceritakan perjalanan seorang pemuda bernama Adi yang begitu mencintai dunia anak dan mengabdikan hidupnya untuk melindungi anak-anak hingga menggagas sebuah komisi perlindungan bagi anak.
"Ada romantismenya juga. Diceritakan Adi akan menikahi perempuan yang ditemui saat duduk di bangku kuliah jurusan psikologi," sambungnya.
Novel ini terinspirasi oleh kisah Habibie dan Ainun dan merupakan novel pertama karya lelaki kelahiran Klaten, Jawa Tengah tersebut.
"Biasanya saya menulis artikel psikologi populer. Sebenarnya ini diangkat dari pengalaman saya, kecuali kisah cintanya," beber Kak Seto.
"Intinya lebih pada perjuangan menangani kasus anak-anak. Ini lebih kepada kampanye untuk anak-anak muda, kaderisasi. Saya fokuskan pada (pembaca) usia 20 sampai 25 tahun," tukasnya.
Malang melintang sebagai sosok yang peduli akan masa depan anak-anak Indonesia, kini Seto Mulyadi atau yang akrab disapa dengan sebutan Kak Seto tengah menyiapkan kampanye perlindungan anak lewat tulisannya yang dituangkan dalam sebuah novel.
"Judulnya Kakak Batik, karena dari dulu sampai sekarang saya suka baju batik. Itu untuk promosi nasionalisme Indonesia juga," terangnya saat ditemui di kawasan Kemang, Senin (21/1).
Menggandeng penerbit buku Mizan, Kakak Batik yang sudah memasuki tahap revisi itu menceritakan perjalanan seorang pemuda bernama Adi yang begitu mencintai dunia anak dan mengabdikan hidupnya untuk melindungi anak-anak hingga menggagas sebuah komisi perlindungan bagi anak.
"Ada romantismenya juga. Diceritakan Adi akan menikahi perempuan yang ditemui saat duduk di bangku kuliah jurusan psikologi," sambungnya.
Novel ini terinspirasi oleh kisah Habibie dan Ainun dan merupakan novel pertama karya lelaki kelahiran Klaten, Jawa Tengah tersebut.
"Biasanya saya menulis artikel psikologi populer. Sebenarnya ini diangkat dari pengalaman saya, kecuali kisah cintanya," beber Kak Seto.
"Intinya lebih pada perjuangan menangani kasus anak-anak. Ini lebih kepada kampanye untuk anak-anak muda, kaderisasi. Saya fokuskan pada (pembaca) usia 20 sampai 25 tahun," tukasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




