ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Viral Toilet Sekolah Berbayar, Kepala MAN 1 Pamekasan: Edukasi Siswa Merawat Toilet

Sabtu, 23 September 2023 | 04:25 WIB
DB
R
Penulis: Didik Setia Budi | Editor: RZL
Kepala MAN 1 Pamekasan No'man Afandi (batik merah) saat memberikan keterangan pers toilet sekolah berbayar, Jumat, 22 September 2023.
Kepala MAN 1 Pamekasan No'man Afandi (batik merah) saat memberikan keterangan pers toilet sekolah berbayar, Jumat, 22 September 2023. (Beritasatu.com/Didik Setia Budi)

Pamekasan, Beritasatu.com - Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pamekasan, Jawa Timur No'man Afandi meminta maaf kegaduhan yang muncul atas viralnya toilet berbayar di sekolahnya. No'man mengeklaim, jika retribusi masuk ke toilet sekolah itu pernah dilakukan.

"Yang perlu saya luruskan, toilet berbayar itu sudah lama terjadinya, sekitar tahun 2018. Ini program saya untuk mengedukasi siswa. Karena jumlah toilet di sekolah kami itu sangat minim. Hanya ada 6 toilet, 3 untuk siswa dan 3 untuk siswi. Yang berbayar itu yang toilet siswa. Kondisinya memprihatinkan. Dengan menarik Rp 500 ke siswa, itu sebagai wujud tanggung jawab siswa agar ikut memelihara aset sekolah," kata No'man Afandi dalam keterangan persnya, Jumat (22/09/2023).

Noman menegaskan, pihak MAN 1 Pamekasan saat ini telah memastikan bahwa toilet berbayar itu sudah tidak ada lagi. Pihaknya juga menyampaikan jika seluruh tenaga pengajar terus berupaya membenahi sarana dan prasarana madrasah menjadi lebih baik.

ADVERTISEMENT

Sementara terkait dengan mutasi guru Mohammad Arif, pihak MAN 1 menyebut hal itu tidak saling berhubungan, lantaran terjadi di waktu yang berjauhan.

"Kalau toilet sekolah berbayar itu kan tahun 2018. Sementara mutasi Pak Arif di tahun 2022. Jadi bukan karena alasan menolak toilet berbayar. Kalau untuk proses mutasi guru, itu ranahnya Kemenag Pamekasan. Mutasi itu adalah hal yang biasa, saya sebelum di MAN 1 ini juga pernah dipindah ke beberapa sekolah, ke MTSN pernah, ke sekolah swasta juga pernah," imbuh No'man Afandi.

Sebelumnya komentar Mohammad Arif, salah seorang Guru MAN 1 Pamekasan viral di media sosial karena mengaku dimutasi imbas penolakannya atas toilet berbayar di lingkungan sekolah. Menurut Arif, biaya Rp 500 bagi siswa yang akan masuk toilet sekolah tidak lazim dan memberatkan siswa.

"Karena MAN 1 Pamekasan ini kan milik Pemerintah atau Negara. Jadi semua fasilitas didalamnya harus gratis diperuntukkan bagi siswa," kata Muhammad Arif dalam akun media sosial miliknya beberapa waktu lalu.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Jepang Kembangkan Toilet Canggih yang Bisa Analisis Tinja

Jepang Kembangkan Toilet Canggih yang Bisa Analisis Tinja

EKONOMI
Main Ponsel di Toilet Picu Risiko Ambeien Naik 46 Persen

Main Ponsel di Toilet Picu Risiko Ambeien Naik 46 Persen

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon