ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

KLHK Klaim Asap Karhutla Tidak Sampai Melintas ke Malaysia dan Singapura

Sabtu, 7 Oktober 2023 | 23:17 WIB
D
MF
Penulis: Dayat | Editor: DIN
Kabut asap menyelimuti Jalan Garuda Sakti Kota Pekanbaru, Kamis, 5 Oktober 2023. 
Kabut asap menyelimuti Jalan Garuda Sakti Kota Pekanbaru, Kamis, 5 Oktober 2023.  (Beritasatu.com/Ferdian Eriandy)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengklaim asap dampak kebakaran hutan dan lahan tidak sampai melintasi ke Malaysia ataupun Singapura.

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah titik di Wilayah Sumatera dianggap sudah mulai mengkhawatirkan. Tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat dalam negeri, Pemerintah Malaysia juga telah mengirim surat ke Pemerintah Indonesia dalam upaya menyelesaikan masalah kabut asap lintas batas yang berdampak kepada negara tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sabtu (7/10/2023) sore mengatakan bahwa asap akibat kebakaran hutan tidak sampai melintasi ke negara tetangga, yakni Malaysia dan Singapura.

Hasil tersebut didapat berdasarkan temuan dari data Asean Specialised Metrology Center (ASMC) serta data satelit Himawari milik BMKG.

ADVERTISEMENT

"Kejadian lintas batas, asap lintas batas kita ikuti terus menerus dengan menggunakan dua data utama, yang pertama adalah data yang kita ambil dari ASMC (Asean Specialised Meteorological Centre) yang berlokasi di Singapura dan data dari BMKG dengan menggunakan Himawari, kita memantau khususnya sejak terjadinya kebakaran hutan yang cukup banyak pada minggu ke empat bulan September kemarin, jadi 26, 28 September," kata Laksmi Dirjen PPI KLHK, Sabtu (7/10/2023).

Laksmi mengungkapkan per Sabtu pukul 7 pagi tadi, baik berdasarkan data ASMC dan data Himawari BMKG menunjukkan bahwa belum ada kejadian asap lintas batas.

"Hingga sampai dengan hari ini 7 Oktober tadi pagi, jadi yang kami sampaikan data tadi pagi jam 7, itu tidak terdeteksi adanya asap lintas batas, memang adanya konsentrasi asap pekat di lokasi di mana terjadi kebakaran hutan, khususnya di daerah Sumsel, Jambi, Kalsel, dan Kalteng, ada potensi memang tapi berdasarkan data belum ada, karena itu pasti akan ada alert, atau ada indikasi, itu akan diinformasikan baik dengan Himawari maupun oleh ASMC," tambahnya.

Meski mengklaim belum ada kejadian asap lintas batas, tetapi hal tersebut tidak mengurangi kesiapsiagaan Indonesia dalam melaksanakan berbagai upaya untuk melakukan pemadaman hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Air.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ancaman El Nino, BPBD Lumajang Waspadai Karhutla di Lereng Semeru

Ancaman El Nino, BPBD Lumajang Waspadai Karhutla di Lereng Semeru

JAWA TIMUR
20 Hektare Lahan di Aceh Jaya Terbakar, BPBK Imbau Warga Stop Membakar

20 Hektare Lahan di Aceh Jaya Terbakar, BPBK Imbau Warga Stop Membakar

NUSANTARA
Pimpin Sispamkota di OKI, Kapolda Sumsel Targetkan Zero Karhutla 2026

Pimpin Sispamkota di OKI, Kapolda Sumsel Targetkan Zero Karhutla 2026

SUMATERA SELATAN
Ancaman El Nino bagi Hutan dan Lahan Gambut, Apa Dampaknya?

Ancaman El Nino bagi Hutan dan Lahan Gambut, Apa Dampaknya?

NASIONAL
Kebakaran Hutan di Bengkalis Meluas, 112 Hektare Lahan Terbakar

Kebakaran Hutan di Bengkalis Meluas, 112 Hektare Lahan Terbakar

NUSANTARA
BMKG Catat 310 Titik Panas di Riau, Api Muncul di Beberapa Wilayah

BMKG Catat 310 Titik Panas di Riau, Api Muncul di Beberapa Wilayah

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon