ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Melegenda sejak 1984, Nasi Tumpang di Boyolali Harganya Hanya Rp 6.000

Selasa, 6 Februari 2024 | 08:50 WIB
JL
BW
Penulis: Joko Laksono | Editor: BW
Pelanggan menikmati nasi tumpang Pak Suprih di  Jalan Prof. Soeharso di Boyolali, Jawa Tengah, Senin 05 Februari 2024
Pelanggan menikmati nasi tumpang Pak Suprih di Jalan Prof. Soeharso di Boyolali, Jawa Tengah, Senin 05 Februari 2024 (Beritasatu.com/Joko Laksono)

Boyolali, Beritasatu.com - Nasi tumpang merupakan hidangan yang tidak asing lagi bagi masyarakat Boyolali dan sekitarnya. Salah satunya, warung yang melegenda sejak 1984, yaitu warung nasi tumpang Pak Suprih di Jalan Prof Soeharso atau seberang KUD Kota Boyolali. Harganya hanya Rp 6.000.

Letak warung kuliner khas ini yang dekat dengan KUD Boyolali, sehingga kerap disebut dengan nasi tumpang KUD Boyolali.

Di tempat ini, selain menyediakan nasi tumpang juga menyediakan susu segar, teh manis, juga berbagai macam gorengan.

Susu segar di warung nasi tumpang Pak Suprih ini juga menjadi sajian andalan yang digemari para pembeli. Sajian minuman susu segar juga sangat variatif. Terdapat empat varian, yaitu susu putih, susu coklat, susu kopi, dan susu stroberi.

ADVERTISEMENT

Menu nasi tumpang ini disajikan dengan dibungkus daun pisang. Dari tampilan sepintas memang terkadang mirip dengan nasi pecel. Namun terdapat perbedaan, nasi tumpang yang diracik Pak Suprih ini juga diberi sambal yang unik dan khas.

Sambal pada nasi tumpang ini diberi dengan sambal lethok yang terbuat dari tempe busuk atau fermentasi dan bawang putih yang mengeluarkan bau yang khas. Ketika dimasak menghadirkan citarasa gurih dan manis.

Aromanya khas dan bisa bikin ketagihan, apalagi harganya sangat terjangkau. Lalu juga ditambah dengan bawang merah, daun salam, daun jeruk, kencur, dan cabai.

Boleh dibilang kuliner nasi tumpang ini salah satu makanan khas Boyolali yang sangat digemari di lereng Merapi Merbabu.

Warung yang buka dari pukul 05.30 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Warung ini dikunjungi warga Solo, Yogyakarta, Klaten, Salatiga, dan juga Semarang.  

Salah satu pengunjung asal Boyolali, Sumardi mengaku meski makanan khas dulu atau jadul, masih dibilang nikmat. Selain itu, susu segar, teh dan gorengannya semua enak.

“Di warung ini meski makanan jadul, rasanya tetap enak. Susunya, teh, dan gorengannya benar-benar enak dan harganya juga terjangkau. Saya langganan di sini sejak awal buka dahulu, dari harga Rp 200-an sampai sekarang sudah Rp 6.000,” kata dia.    

Pemilik warung, Suprih mengatakan, harga untuk satu bungkus nasi tumpang yang bermula Rp 5.000 kini naik menjadi Rp 6.000 per bungkus. Warung makan ini buka pada 14 April 1984 hingga sekarang.

“Kalau harga mengikuti harga beras, tahun 2023 kemarin per bungkus Rp 5.000 sekarang jadi Rp 6.000. Ya kalau per hari laku 200 bungkus, tetapi kalau hari libur bisa 300 bungkus lebih. Saya memiliki lima karyawan, kalau sendiri nggak bisa,” katanya saat ditemui Beritasatu.com, Senin (5/2/2024).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon