Cuaca Ekstrem di Mimika, Basarnas Imbau Warga Tidak Berlayar
Jumat, 9 Februari 2024 | 11:29 WIB
Timika, Beritasatu.com - Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di perairan Mimika, Papua Tengah sebulan terakhir telah mengakibatkan sejumlah kasus kecelakaan laut hingga menelan korban jiwa.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika mengimbau warga sebaiknya tidak melakukan pelayaran sementara waktu, terutama untuk kapal motor atau perahu yang tidak memenuhi standar keselamatan.
"Cuaca sangat ekstrem yaitu angin kencang dan gelombang tinggi. Kami imbau agar sebaiknya tidak berlayar sementara waktu," kata Plh Kepala Kantor SAR Timika, Charles Y Batlajery, Jumat (9/2/2024).
Kantor SAR Timika, kata Charles, mencatat cukup banyak kasus kecelakaan laut terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah itu ketika menjelang hari raya Imlek.
"Saat kasus kecelakaan laut itu terjadi, banyak korban yang tidak dapat ditemukan mengingat kondisi perairan Mimika yang keruh atau blank water," ungkap Charles.
Ia juga mengimbau warga yang terpaksa harus melakukan pelayaran agar menggunakan alat apung atau pelampung, guna meminimalisasi risiko bila terjadi insiden di laut.
"Karena banyak kejadian, ketika tidak memakai alat apung, mereka yang mengalami kecelakaan sangat sulit untuk bertahan sambil menunggu bantuan," tuturnya.
Pada Kamis 7 Februari 2024, longboat berpenumpang tiga orang, terbalik dihantam ombak di sekitar muara Omauga, perairan Mimika, Papua Tengah.
Dua orang penumpang belum ditemukan, sedangkan seorang penumpang selamat setelah berenang mencapai daratan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




