ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Puluhan Petugas KPPS di Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi Tumbang, 2 Dirawat Inap

Kamis, 15 Februari 2024 | 23:29 WIB
AG
MF
Penulis: Algi Muhamad Gifari | Editor: DIN
KPPS di Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi tumbang dan harus mendapat perawatan medis. Kamis, 15 Februari 2024.
KPPS di Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi tumbang dan harus mendapat perawatan medis. Kamis, 15 Februari 2024. (Beritasatu.com/Algi Muhamad Gifari)

Cimahi, Beritasatu.com - Puluhan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan petugas keamanan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kota Cimahi, Jawa Barat tumbang hingga harus mendapatkan perawatan di sejumlah puskesmas dan rumah sakit sejak Rabu (14/2/2024) malam.  

Mereka jatuh sakit diduga karena kelelahan saat menjalankan tugasnya sejak proses pendistribusian logistik hingga pemungutan dan perhitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) Pemilu 2024 di wilayah mereka masing-masing.

Berdasarkan data Dinkes KBB, 23 petugas pemilu itu terdiri dari sembilan anggota KPPS, tiga panitia pemungutan suara (PPS), lima panitia pemilihan kecamatan (PPK), lima petugas lainnya, serta satu petugas linmas.

ADVERTISEMENT

Setelah dirawat di beberapa pusat kesehatan, hasil diagnosa menyatakan jika para petugas ini menderita gejala malaise and fatigue atau keadaan kelelahan yang teramat sangat dan kurang energi.

"Kami mencatat 23 petugas kelelahan. Mereka langsung ditangani nakes yang berjaga di TPS. Selain 23 petugas pemilu, kami juga mencatat dua orang pemilih kelelahan," ujar Kepala Dinkes KBB, Hernawan Widjayanto, dihubungi Kamis (15/2/2024) siang.

Hernawan menjelaskan, sejak awal Februari 2024 lalu pihaknya telah mempersiapkan tenaga nakes untuk mengawal pelaksanaan Pemilu 2024. Mereka diwajibkan siga 24 jam sejak H-1 sampai H+5 pencoblosan.

"Ini untuk antisipasi kasus kematian penyelenggara pemilu. Tak cuma penanganan saat pencoblosan, sebelumnya kita juga melakukan senam kebugaran bersama para penyelenggara Pemilu di setiap Puskesmas," bebernya.

Sementara di Kota Cimahi, berdasarkan data pihak Dinkes, terdapat 12 orang petugas KPPS dan petugas keamanan harus mendapat penanganan medis. "Data yang sudah masuk ke dalam data fasyankes online ada 11 petugas KPPS dan satu linmas," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati saat dikonfirmasi, Kamis (15/2/2024) siang.

Mulyati mengatakan sebanyak 10 orang mendapat perawatan di sejumlah puskesmas akibat mengalami inpeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan myalgia atau nyeri otot. "Kesepuluh pasien sudah dinyatakan sembuh dan sudah pulang," tutur Mulyati.

Sedangkan dua anggota KPPS lainnya terpaksa harus dirawat di rumah sakit karena mengalami panas tinggi atau febris, dan satu orang lagi karena mengalami gastritis (nyeri lambung). "Dua pasien di rawat inap dengan keluhan panas dan gastritis. Dirawat di Rumah Sakit Dustira dan Rumah Sakit Mitra Anugerah Lestari," ungkap Mulyati.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon