Petugas KPPS dan Polisi Terombang-ambing di Laut, Perahu Angkut Kotak Suara Alami Mati Mesin
Jumat, 16 Februari 2024 | 04:20 WIB
Nias Selatan, Beritasatu.com - Perahu pengangkut kotak yang berisikan hasil pemungutan suara mengalami mati mesin dan alami kebocoran di tengah laut di Perairan Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara pada Kamis (15/2/2024) siang. Personel Polda Sumatera Utara bersama petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang berada di perahu kecil tersebut sempat terombang-ambing di engah laut dan bertaruh nyawa untuk menyelamatkan kota dan surat suara menuju daratan.
Dari video amatir yang diterima Beritasatu.com, awalnya perahu yang mengangkut kotak yang berisikan hasil pemungutan suara dalam keadaan baik-baik saja. Namun, setelah 30 menit perjalanan perahu tersebut mengalami mati mesin, sehingga perjalanan pun sempat terhenti.
Dikarenakan perahu mengalami mati mesin, seorang petugas kepolisian yang diketahui bernama Bripda Eben Zebua yang saat itu mengawal kotak dan surat suara bersama sejumlah petugas KPPS di TPS 1 Desa Sibaranun pun melaporkan kepada atasannya bahwa perahu pengangkut kotak yang berisikan hasil pemungutan suara alami mati mesin dan mengalami keterlambatan.
"Selamat siang komandan izin melaporkan bahwasanya kapal yang digunakan untuk mengantar kotak suara dari Desa Sibaranun menuju Kecamatan Pulau-pulau Batu Barat dalam keadaan rusak dan diperkirakan akan sampai di Kecamatan Pulau-pulau Batu Barat sekitar dua jam setengah, demikian komandan salam presisi, " kata Eben dalam video tersebut.
Tak hanya alami mati mesin, perahu yang juga ditumpangi Eben Zebua bersama sejumlah petugas KPPS di TPS 1 Desa Sibaranun pun juga berisikan air laut dikarenakan mati mesin. Eben pun terpaksa harus menguras air laut menggunakan alat seadanya yang masuk ke dalam perahu. Sementara, sejumlah petugas KPPS berusaha mendayung perahu secara manual agar bisa sampai menuju daratan di Kecamatan Pulau-pulau Batu Barat.
BACA JUGA
Jenazah Petugas KPPS Meninggal di Makassar Disambut Isak Tangis Keluarga dan Kerabat di Rumah Duka
"Selamat sore komandan izin melaporkan bahwasanya kapal kami tidak dapat hidup dan pada saat ini air mulai memasuki perahu kami. Demikian dilaporkan komandan salam presisi," ucap Eben.
Setelah beberapa jam berusaha melaju secara manual, akhirnya sampan yang mengangkut kotak yang berisikan hasil pemungutan suara tersebut pun berhasil sampai di Kecamatan Pulau-Pulau Batu Barat sekira pukul 18.30 WIB petang tadi dengan dibantu oleh nelayan setempat.
Seusia sampai di daratan, satu per satu kotak suara yang berisikan surat suara tersebut, langsung dibawa menuju kantor PPK Pulau-Pulau Batu Barat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




