ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Puncak Arus Mudik di Jalur Nagreg Sudah Terlewati

Selasa, 9 April 2024 | 10:25 WIB
A
IC
Penulis: Antara | Editor: CAH
Jalur Nagreg dari arah Kabupaten Bandung ke Kabupaten Garut.
Jalur Nagreg dari arah Kabupaten Bandung ke Kabupaten Garut. (Antara/Antara)

Bandung, Beritasatu.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Jawa Barat mencatat puncak arus mudik Lebaran 2024 di jalur Nagreg dari arah Kabupaten Bandung ke Kabupaten Garut dan Tasikmalaya telah berlalu.

Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo, menjelaskan volume arus lalu lintas pada Senin (8/4/2024) atau H-2 Lebaran 2024 lebih tinggi daripada Minggu (7/4/2024) atau H-3 Lebaran 2024.

"Pada H-2 kemarin, volume kendaraan di Jalur Nagreg mencapai puncak arus mudik dengan 113.298 kendaraan yang melintas ke Nagreg," kata Eric di Bandung, Selasa (9/4/2024) dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

Dia menyebutkan bahwa jumlah kendaraan yang melintasi Jalur Nagreg meningkat sekitar lima persen pada H-2 Lebaran 2024 dibandingkan dengan hari sebelumnya.

"Dibandingkan dengan H-3, terjadi kenaikan sekitar 5 persen. Pada H-3, terdapat sebanyak 108.000 kendaraan, sedangkan pada H-2 naik menjadi 113.298 kendaraan," ujarnya.

Meskipun telah mencapai puncak, Eric menyatakan bahwa arus kendaraan yang melintas di Jalur Nagreg tetap tinggi pada H-1 Lebaran atau Selasa dini hari, menyebabkan kemacetan sepanjang empat kilometer akibat padatnya arus lalu lintas.

"Tadi malam, terjadi kemacetan yang cukup panjang sekitar empat kilometer. Prediksi kami dari jam 00.00 hingga 03.00 WIB menunjukkan sekitar 15.000 kendaraan yang melintas," katanya.

Kendaraan yang melalui Jalur Nagreg didominasi oleh pemudik sepeda motor, mencapai 64 persen dari total 305.323 unit motor sejak H-7 Lebaran.

"Sepeda motor masih mendominasi. Persentasenya sangat tinggi, mencapai 64 persen untuk dominasi sepeda motor," ujarnya.

Lebih lanjut, dia mencatat bahwa jumlah pemudik kendaraan roda empat mengalami penurunan di Jalur Nagreg karena kecenderungan pemudik yang lebih memilih menggunakan Tol Cipali maupun Cisumdawu sebagai alternatif utama.

"Mungkin masyarakat lebih memilih lewat Tol Cipali. Karena ada one way, ada juga pengurangan tarif tol, serta adanya Tol Cisumdawu dan Cipali," kata Eric.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Arus Balik H+8, Jalur Nagreg Ramai Lancar

Arus Balik H+8, Jalur Nagreg Ramai Lancar

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon