ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Egianus Kogoya: Pilot Susi Air Akan Bersama Saya sampai Mati

Minggu, 14 April 2024 | 09:52 WIB
MT
R
Penulis: Meirto Tangkepayang | Editor: RZL
Pilot Susi Air, kapten Philip Mark Merhtrens terlihat ditemani Egianus Kogoya dan belasan anggota KKB Kodap III Ndugama, lengkap dengan senjata laras panjang mereka.
Pilot Susi Air, kapten Philip Mark Merhtrens terlihat ditemani Egianus Kogoya dan belasan anggota KKB Kodap III Ndugama, lengkap dengan senjata laras panjang mereka. (Istimewa)

Jayapura, Beritasatu.com - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di bawah pimpinan Egianus Kogoya kembali merilis video penyanderaan Kapten Philip Mark Mahrtens.

Dalam video berdurasi total lebih dari 4 menit tersebut, kapten Philip terlihat ditemani Egianus Kogoya dan belasan anggota KKB Kodap III Ndugama, lengkap dengan senjata laras panjang mereka.

Kapten Philip tampak sehat dengan pakaian kaus dan celana pendek. Dalam video pertama berdurasi 1 menit 43 detik, kapten Philip menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi keamanan di Papua.

ADVERTISEMENT

"Sebelumnya saya berada di tempat yang aman, tetapi setelah pesawat tempur melepaskan bom di berbagai tempat, tentara Papua kembali menangkap saya dan kini saya tidak merasa aman. Tolong, jangan menggunakan pesawat tempur dan melepaskan bom di hutan-hutan," ungkap kapten Philip dalam rekaman video yang diterima Beritasatu.com pada Minggu (14/4/2024).

Dalam rekaman berikutnya berdurasi 1 menit 32 detik, kapten Philip kembali menyerukan agar TNI tidak menggunakan pesawat tempur di Papua. Kapten Philip juga meminta bantuan negara-negara asing untuk turut berbicara kepada Pemerintah Indonesia mengenai masalah ini.

"Untuk negara asing, negara di luar, tolong bicara kepada Indonesia. Jangan gunakan bom besar, tolong berhenti," katanya.

Pimpinan KKB Kodap III Ndugama, Egianus Kogoya juga memberikan komentarnya dalam video berdurasi 2 menit 9 detik. Egianus menuding TNI telah melepaskan bom di tempat pengungsian dan pemukiman masyarakat.

"Pilot (Philip Mark Mahrtens) akan bersama saya sampai mati, itu adalah target. Nyawa orang Papua tidak sama dengan nyawa orang lain, nyawa warga negara lain. Nyawa orang Papua adalah emas, tetapi demi sandera pilot, nyawa orang Papua sudah banyak korban. Jadi saya tidak akan kasih kembali (pilot)," tegasnya.

KKB yang dipimpin Egianus Kogoya menyandera Kapten Philip setelah pesawat Susi Air yang diterbangkannya mendarat di Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada 7 Februari 2023. Selain menyandera Kapten Philip, kelompok ini juga membakar pesawat tersebut.

Hingga saat ini, aparat gabungan TNI/Polri di bawah Satgas Damai Cartenz terus melakukan upaya pencarian dan negosiasi untuk membebaskan Kapten Philip.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon