ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

10.575 Warga Terdampak Banjir di Padang Pariaman, 1 Orang Hanyut

Jumat, 28 November 2025 | 05:35 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Tim SAR dari BPBD mengevakuasi korban banjir di Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Tim SAR dari BPBD mengevakuasi korban banjir di Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. (Antara/Antara)

Padang Pariaman, Beritasatu.com – Sebanyak 11 kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat diterjang banjir, Kamis (27/11/2025). Bencana tersebut berdampak bagi 10.575 warga dari 3.450 rumah, dan satu orang dilaporkan hilang terseret arus.

"Satu orang dinyatakan hilang hanyut terbawa banjir saat jembatan (Koto Buruak) di Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung ambruk," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Padang Pariaman Zahirman dikutip dari Antara, Jumat (28/11/2025).

Ia mengatakan akibat banjir tersebut setidaknya 2.968 korban harus dievakuasi ke tempat yang telah disediakan pemerintah setempat.

ADVERTISEMENT

Pemkab Padang Pariaman juga mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan serta membuka pelayanan kesehatan korban bencana di Padang Pariaman.

Ia menyampaikan 11 dari 17 kecamatan di Padang Pariaman mengalami banjir sejak Sabtu (22/11/2025). Kecamatan Ulakan Tapakis paling parah diterjang banjir.

Banjir terjadi diakibatkan oleh meluapnya sejumlah sungai, di antaranya Batang Anai, Batang Tapakih, dan Sungai Batang Ulakan yang disebabkan oleh tingginya curah hujan.

Akibat banjir tersebut, enam unit fasilitas ibadah dan fasilitas pendidikan terendam, rumah rusak 17 unit, 13 unit rumah hanyut ke sungai, tiga fasilitas pendidikan rusak. Banjir juga merusak ladang dan sawah petani.

Pemkab mengimbau warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan seiring dengan cuaca ekstrem yang masih menerpa daerah itu dan sekitarnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau Padang Pariaman, Sumatera Barat mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih dapat terjadi hingga 29 November 2025.

"Dengan melihat perkembangan dinamika atmosfer aktual, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem terutama hujan lebat hingga ekstrem yang dapat disertai angin kencang di sebagian besar wilayah Sumbar," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Desindra Deddy Kurniawan di Padang Pariaman.

Desindra Deddy mengatakan peringatan cuaca ekstrem tersebut sehubungan dengan adanya bibit siklon tropis 95B yang teridentifikasi sejak 21 November 2025 di wilayah Selat Malaka sebelah timur perairan Aceh.

Kondisi tersebut, ujar dia, memicu pola pertemuan arus angin atau massa udara di Sumbar serta indeks Ocean dipole (IOD) bernilai negative, sehingga meningkatkan suplai uap air dan kelembapan yang menyebabkan kondisi atmosfer labil.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Prabowo di Padang Pariaman: Kita Tak Biarkan Saudara Memikul Beban

Prabowo di Padang Pariaman: Kita Tak Biarkan Saudara Memikul Beban

NUSANTARA
Batang Anai Meluap hingga 1 Meter, Jalur Padang–Bukittinggi Terputus

Batang Anai Meluap hingga 1 Meter, Jalur Padang–Bukittinggi Terputus

NUSANTARA
Banjir Padang Pariaman, Akses Jalan Padang-Bukittinggi Putus Total

Banjir Padang Pariaman, Akses Jalan Padang-Bukittinggi Putus Total

NUSANTARA
Banjir Parah di Padang Pariaman, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

Banjir Parah di Padang Pariaman, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon