Guru Kenang Anak YB: Bawa Bekal Tanpa Lauk hingga Semangat Belajar
Jumat, 6 Februari 2026 | 08:41 WIB
Bajawa, Beritasatu.com - Seorang siswa SDN Rutojawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YB (10) harus mengakhiri hidupnya secara tragis. Meski sering datang tanpa bekal makanan bergizi, anak ceria ini rajin belajar, gemar membaca, dan disayangi teman-teman serta guru.
Di balik peristiwa memilukan itu, guru dan pegawai sekolah mengenang YBS sebagai anak ceria, pintar, dan penuh kepedulian.
Guru sekaligus wali kelas anak YB, Bonivasius Snae menceritakan, keseharian YBS di sekolah. YB juga gemar bermain sepak bola dan menggambar di kelas. Ia juga memastikan surat yang viral benar-benar ditulis oleh YB.
“Anak ini selalu ceria, suka berbagi dengan teman, rajin, dan pintar. Saat ujian kemarin, dia rangking lima. Dia tidak pernah mengeluh soal alat tulis. Semangat belajarnya tinggi,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Pegawai perpustakaan SDN Rutojawa, Evi menuturkan kesan lain tentang YB. Anak ini jarang ikut bermain saat istirahat, tetapi selalu memilih membaca buku di perpustakaan. “Dia selalu ke perpustakaan dari pagi sampai siang kalau ada waktu kosong di kelas. Sangat suka membaca buku cerita,” ungkap Evi sambil menahan rasa kehilangan.
Kisah YBS kian memilukan karena keterbatasan ekonomi keluarganya. Siswa ini sering datang ke sekolah tanpa bekal atau hanya membawa ubi dan talas, berbeda dengan teman-temannya yang selalu membawa bekal lengkap.
“Meski tak membawa bekal, anak ini tetap ceria dan menikmati sekolah, seperti tak ada beban,” kata Evi. Kadang ia hanya membawa nasi tanpa lauk, tetapi semangatnya belajar tak pernah padam.
Bupati Ngada Raymundus Bena sebelumnya menegaskan, tragedi ini bukan karena YBS tak memiliki buku atau pulpen. Faktor dominan diperkirakan adalah kemiskinan ekstrim keluarga dan kurangnya perhatian orang tua.
Pemerintah desa dan kabupaten sudah berupaya memberikan bantuan sosial, termasuk bantuan ternak, BLT, dan BPJS. “Keluarga korban memang termasuk miskin, tapi mereka pernah menerima bantuan pemerintah,” jelas bupati.
Kisah tragis YB meninggalkan duka mendalam bagi guru, teman, dan semua yang mengenalnya. Siswa yang ceria, rajin, dan penyayang itu kini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya perhatian dan kepedulian terhadap anak-anak yang tumbuh dalam keterbatasan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




