ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BNPT Diminta Lacak Transaksi Jaringan Teroris Lewat Fintech

Jumat, 16 April 2021 | 16:04 WIB
YD
YD
Penulis: Yudo Dahono | Editor: YUD
Ilustrasi
Ilustrasi "fictech". (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua DPR M Azis Syamsuddin meminta agar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan PPATK segera melacak dugaan transaksi gelap yang dilakukan lima jaringan terorisme menggunakan fintech, crowdfunding dan organisasi nirlaba di Indonesia.

"Kami meminta BNPT untuk terus meningkatkan koordinasi dengan lembaga terkait khususnya PPATK guna melacak sinyalemen yang ada," kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (16/4/2021).

Kecurigaan tersebut sejalan dengan penggalangan dana melalui kampanye di media sosial dengan modus bantuan kemanusiaan untuk bencana alam, korban konflik Palestina dan Suriah, warga terpapar Covid-19 hingga berkedok bantuan panti asuhan.

"Kecenderungan ini diiringi dengan perubahan rekrutmen, pengumpulan donasi, lokasi berkumpul dan metode kerja," kata Azis Syamsuddin.

ADVERTISEMENT

Azis juga mencurigai masih ada operasi dengan memanfaatkan beberapa momentum. Cara-cara itu biasa dimainkan oleh lima kelompok teroris dengan menyebar propaganda radikal secara terselubung guna perekrutan melalui dunia maya.

"Kecenderungan operasi gelap ini yang dilakukan di kawasan kota," kata politisi Golkar tersebut.

Lima jaringan teroris yang dimaksud Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut yakni jaringan Negara Islam Indonesia (NII) dan Jamaah Islamiyah (JI).

Selanjutnya Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang diyakini masih aktif. MMI disebut-sebut terafiliasi dengan Al-Qaeda di Suriah dan Front Al-Nusrah.

"Dari literasi yang ada MMI merupakan organisasi pengembangan dari Darul Islam dan kemudian berubah nama lagi menjadi Jamaah Ansharut Tauhid (JAT)," katanya.

Kemudian menurut Azis, kelompok JAT. Dalam perkembangannya, JAT telah melahirkan banyak kelompok teroris lainnya yakni Jamaah Ansharut Syariah (JAS) dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Terakhir, kecurigaan Azis terhadap Jamaah Ansharut Khilafah (JAK). JAK sendiri telah ada di Indonesia sejak 2016 dan mendapuk diri dengan nama JAK Nusantara. Kelompok teroris ini dipimpin oleh Bahrunnaim yang merupakan Khatibah Nusantara ISIS Indonesia.

"Gerakannya mulai redup. Namun ada beberapa tokoh yang menyebar di kawasan barat dan timur Indonesia. Mereka menamakan dirinya JAK Masyriq dan JAK Maghrib. Kelompok ini, sangat erat dengan JAD," ujarnya.

Dalam keterangannya, Azis juga membeberkan salah satu metode yang kecenderungannya menyasar captive audience. Sebuah pola yang targetnya menyasar kelompok yang kerap menghabiskan waktu di ruang maya.

"Ini menjadi kewaspadaan kita bersama. Bahkan dari perkembangan yang ada sejumlah analisis terorisme internasional telah membedah pola rekrutmen baru ini," kata politisi kelahiran Jakarta 31 Juni 1970 tersebut.

Terakhir, Azis meminta masyarakat khususnya lingkungan keluarga untuk tetap waspada pada pola sasaran captive audience yang dimaksud. Jaringan teroris akan tetap menekankan penyebaran narasi-narasi yang mampu memengaruhi seseorang.

"Dilanjutkan dengan ajakan, bergabung dalam grup WhatsApp hingga diajarkan merakit bom hingga doktrin menjadi pengantin sebuah istilah lama yang mereka adopsi," katanya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Hampir 70 Persen UMKM Sulit Akses Kredit, Fintech Jadi Alternatif

Hampir 70 Persen UMKM Sulit Akses Kredit, Fintech Jadi Alternatif

EKONOMI
Penagihan Bermasalah, Indosaku Tegaskan Zero Tolerance

Penagihan Bermasalah, Indosaku Tegaskan Zero Tolerance

EKONOMI
Joint Venture Global Investa dan DFNN Bidik Pasar Fintech Asia

Joint Venture Global Investa dan DFNN Bidik Pasar Fintech Asia

EKONOMI
CSR Perusahaan Fintech Dorong Daur Ulang dan Ekonomi Warga

CSR Perusahaan Fintech Dorong Daur Ulang dan Ekonomi Warga

EKONOMI
Asosiasi Soroti Ketimpangan Akses Fintech dan Lonjakan Kasus Scam

Asosiasi Soroti Ketimpangan Akses Fintech dan Lonjakan Kasus Scam

EKONOMI
Fintech Indonesia Tampil di HKFW 2025, Siap Gaet Modal Asing

Fintech Indonesia Tampil di HKFW 2025, Siap Gaet Modal Asing

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon