RSUD Kendari Khawatir Tenaga Kesehatan yang Tangani Pasien Covid-19 Mogok Kerja
Sabtu, 19 Juni 2021 | 23:00 WIB
Kendari, Beritasatu.com - Pengelola Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) khawatir tenaga kesehatan khususnya yang menangani langsung pasien Covid-19 di rumah sakit itu bakal mogok kerja.
Direktur RSUD Kendari Sukirman khawatir akan adanya mogok kerja yang dilakukan para tenaga kesehatan yang berstatus honorer dan relawan. Sebab insentif mereka belum terbayarkan sejak Oktober 2020 hingga hari ini.
"Sejak Oktober 2020 sampai sekarang belum ada pembayaran jasa atau insentif tenaga kesehatan. Jadi ini yang membuat kekhawatiran. Takutnya, pasien membludak, nakes tidak mau menangani pasien. Tentu juga itu bukan salah mereka," kata Sukirman, Sabtu (19/6/2021).
Ia menyatakan, sampai saat ini belum ada kepastian kapan insentif tenaga kesehatan yang sudah sekitar 10 bulan lamanya belum dibayar. Padahal, mereka sangat mengharapkan insentif tersebut.
"Belum ada kepastian, yang ada hanya janji-janji saja dari Kementerian Kesehatan (Kemkes). Kasihan mereka. Kalau mereka mau mogok, ya, wajar dan saya tidak bisa apa-apa, karena saya tidak punya uang transpot, tidak ada uang makan," tutur Sukirman.
Ia berharap apa yang menjadi hak tenaga kesehatan bisa segera dibayarkan, mengingat saat ini pasien Covid-19 mengalami tren kenaikan dalam dua pekan terakhir.
Meningkat
Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 setempat, awalnya jumlah kasus pada 3 Juni hanya empat orang. Namun, beberapa hari terakhir mengalami penambahan yang cukup signifikan.
Pada Jumat (18/6/2021), angka kasus positif pada tabel laporan Satgas Covid Kota Kendari mencapai 91 orang. Hari ini, mengalami penambahan sembilan orang, sehingga jumlah terakhir per tanggal 19 Juni mencapai 100 orang.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Kendari, Algazali, membenarkan adanya penambahan kasus dalam beberapa pekan belakangan ini. Kenaikan angka Covid-19 dipicu karena kurangnya kedisiplinan masyarakat akan protokol kesehatan hingga petugas semakin masif melakukan penelusuran.
Algazali menambahkan, pasien Covid-19 tersebut menjalani isolasi di beberapa lokasi di antaranya 19 pasien di Rumah Sakit Bahteramas, sembilan di RSUD Kendari, lima di RS Hermina, tiga di eks SMA Angkasa, empat di RS Ismoyo, dua di RS Bhayangkara, dan 57 pasien lainnya isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Satgas Covid-19 mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap meningkatkan kesidiplinannya dalam menjalankan protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19.
Untuk meminimalisasi jumlah kasus, Dinas Kesehatan Kendari hingga kini makin gencar melakukan vaksinasi Covid-19, mulai dari kalangan lansia hingga pekerja yang beraktivitas di tempat pelayanan umum.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




