ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Positivity Rate Masih Tinggi, Satgas Covid-19 Minta Munas Kadin Ditunda

Minggu, 27 Juni 2021 | 17:08 WIB
HS
B
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: B1
Ilustrasi Covid-19.
Ilustrasi Covid-19. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Satgas Penanganan Covid-19 Nasional meminta agar Musyawarah Nasional (Munas) VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang sedianya akan digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 30 Juni 2021 nanti untuk ditunda dahulu.

"Menurut saya hasil dashboard data kasus aktif dan positivity rate yang tinggi menyatakan kita harus stay at home. Jadi saya setuju sebaiknya ditunda dahulu," kata Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, dr Alexander K. Ginting, kepada Beritasatu.com, Minggu (27/6/2021).

Menurutnya, kebijakan ini juga tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 13 Tahun 2021 yang meminta zona merah agar melakukan micro lockdown.

Pemerintah daerah diminta menerapkan PPKM mikro bersamaan dengan PPKM kabupaten/kota. Dalam aturan tersebut, pemerintah memperketat sejumlah pembatasan kegiatan, seperti menerapkan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah sebesar 75% untuk kabupaten/kota yang berada dalam zona merah.

ADVERTISEMENT

Permintaan Satgas Covid-19 sesuai dengan permintaan sejumlah anggota Kadin dalam konferensi pers Forum Kadin Prihatin Covid-19, tadi sore. Mereka bercerita bahwa anggota-anggota Kadin, baik di pusat maupun daerah, termasuk keluarga mereka terkena Covid-19.

Hal ini menjadi salah satu alasan mereka mendorong pembatalan Munas VIII Kadin Indonesia di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 30 Juni 2021 nanti.

"Dalam seminggu orang-orang di sekeliling saya banyak yang kena (Covid-19). Saya sangat memahami bagaimana RS dengan persoalannya sendiri seperti keterbatasan obat, oksigen, tempat, nakes yang diforsir sehingga banyak yang tumbang," kata Suryani S Motik, wakil ketua umum Kadin Bidang CSR & Persaingan Usaha.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat, Cucu Sutara, mengatakan dirinya sedang menjalani isolasi mandiri.

"Dengan situasi Covid-19 yang luar biasa, kami membuat surat kepada ketua penyelenggara, DPD, Ketum Kadin, hingga presiden, agar bencana ini mendapat perhatian khusus, agar Munas ditunda. Kami tidak bicara soal kalah menang atau tempat. Ini soal keselamatan jiwa manusia. Di Kendari situasi gawat, RS juga penuh, kami mohon rasional dan obyektif," kata Cucu.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon