Punya Uang Belum Tentu Bisa Mendapatkan Ferrari
Jumat, 13 Februari 2015 | 10:27 WIB
Jakarta - Tidak semua orang bisa mendapatkan Ferrari meskipun mempunyai uang. Prinsip inilah yang dianut "Si Kuda Jingkrak" untuk menjaga eksklusivitasnya.
"Ferrari pada awalnya membuat mobil untuk balapan baru setelah sukses di balapan, Ferrari menjadi berorientasi bisnis. Filosofi 'selling the dream' atau menjual mimpi inilah yang terbawa sampai sekarang," kata Arie Cristopher, CEO PT Surya Sejahtera Otomotif (Ferrari Jakarta), dalam kunjungan ke Berita Satu Media Holdings hari ini.
Dia mengatakan Ferrari tidak pernah didesain untuk menjadi perusahaan besar tapi eksklusif. Arie mencontohkan pada tahun 2013, Ferrari menurunkan kapasitas produksinya dari 6.200 menjadi 4.000 demi menjaga eksklusivitas.
"Prinsip kami, demand harus lebih besar daripada supply," kata Arie.
Oleh karena itu, meskipun seorang pembeli ingin memesan model Ferrari tertentu, belum tentu dia bisa mendapatkannya.
"Membeli Ferrari ibarat melamar kerja. Kami melihat track record si konsumen, melihat loyalitasnya terhadap brand dan seberapa aktif dia di kegiatan Ferrari," kata Arie.
"Bahkan kadang dari pusat yang memilih langsung si pembeli," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




