LockBit Klaim Sebar Data Nasabah BSI di Dark Web
Selasa, 16 Mei 2023 | 08:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kelompok hacker LockBit mengaku telah menyebarkan jutaan data nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) di dark web, atau pasar gelap internet.
"Periode negosiasi telah berakhir, dan kelompok ransomware LockBit akhirnya mempublikasikan semua data yang dicuri dari Bank Syariah Indonesia di dark web," cuit @darktracer_int, Selasa (16/5/2023).
LockBit mengklaim sebagai aktor di balik gangguan layanan BSI yang sudah terjadi sejak minggu lalu, Senin (8/5/2023). LockBit mengaku telah mencuri 15 juta catatan pelanggan, informasi karyawan, dan sekitar 1,5 terabyte data internal BSI.
Dalam blognya, LockBit mengatakan kepada orang-orang untuk berhenti menggunakan BSI karena tidak mampu melindungi dana dan informasi pribadi nasabahnya dari para kriminal. BSI juga dianggap tidak mampu memulihkan situs dalam seminggu.
The negotiation period has ended, and the LockBit ransomware group has finally made all the stolen data from Bank Syariah Indonesia public on the dark web. pic.twitter.com/jQSmiCM1Ln
— Fusion Intelligence Center @ StealthMole (@stealthmole_int) May 16, 2023
Kepala Lembaga Riset Keamanan Siber Communication and Information System Security Research Center (CISSReC), Pratama Persadha sebelumnya mengatakan membayar tebusan ransomware tidak menjamin sistem akan kembali normal.
"Kalau perusahaan-perusahaan besar, (uang tebusan, Red) antara US$ 500.000 sampai US$ 50 juta. Tapi tidak pasti juga karena biasanya mereka bisa dinego. Perusahaan Colonial Pipeline di Amerika pernah harus bayar US$ 50 juta tebusan supaya sistemnya bisa kembali normal. Malah bisa tambah diperas habis-habisan kalau hacker-nya jahat. Tapi bayar tebusan pun bukan jaminan akan dikasih kuncinya untuk mengembalikan sistemnya," kata Pratama Persadha, Sabtu (13/5/2023).
Sebelumnya, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi menyampaikan seluruh layanan perbankan sudah kembali normal pada hari Kamis lalu, baik di kantor cabang, mesin anjungan tunai mandiri (ATM) maupun mobile banking setelah selama beberapa hari terakhir BSI down. Namun, pantauan Beritasatu.com, terkadang masih ditemukan nasabah yang kesulitan dalam transfer atau top up dompet digital.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




