Ini Alasan Apple Vision Pro Dihargai hingga Rp 62 Juta
Senin, 29 Januari 2024 | 07:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Headset reality Apple Vision Pro akan dipasarkan mulai pekan ini dan menjanjikan bioskop pribadi ke mana pun pengguna pergi dan navigasi layar hanya dengan satu ketukan jari.
Namun, produk menarik ini memiliki harga yang mungkin akan mengecewakan beberapa calon pembeli. Model paling terjangkau dibanderol US$ 3.499 atau sekitar Rp 54 jutaan, sedangkan versi bertenaga lebih tinggi mencapai hampir US$ 4.000 atau sekitar Rp 62 jutaan.
Dilansir dari ABC News, Senin (29/1/2024), para analis mengungkapkan, tingginya harga ini disebabkan oleh biaya yang terkait dengan produksi Vision Pro, serta fokus awal untuk menjangkau para profesional seperti pengembang yang dapat menyempurnakan produk dengan aplikasi tambahan.

"Ini adalah produk yang masih sangat awal. Ada tantangan skala dan manufaktur yang dihadapi Apple," kata Ben Bajarin, analis di firma riset Creative Strategies.
Mengapa Vision Pro dihargai US$ 3.499? Menurut para analis, harga tersebut mencerminkan mahalnya pengembangan dan produksi di balik Vision Pro, yang mengharuskan perusahaan membuat komponen khusus untuk headset tersebut.
Pihak Apple mengungkapkan, kaca laminasi berfungsi sebagai permukaan kamera dan sensor pada perangkat, sementara light seal yang fleksibel membantu membentuk produk sesuai dengan wajah pengguna. Chip R1 terbaru juga memungkinkan mesin memproses masukan dari gerakan mata dan tangan seseorang.
Karena Apple belum membangun manufaktur skala besar untuk produk tersebut, perusahaan menghadapi kesulitan dalam memproduksi headset dalam jumlah besar yang diperlukan untuk memenuhi pasar massal dengan harga yang lebih rendah.
Selain itu, kata para analis, penyerapan awal di kalangan pengembang dan profesional lain yang paling bersedia membayar mahal untuk Vision Pro akan meningkatkan penawarannya ketika menjangkau khalayak yang lebih luas.
CEO Apple Tim Cook pada tahun lalu sempat mengatakan, harga Vision Pro dipengaruhi oleh tingginya biaya produksi yang dianggapnya sebagai terobosan teknologi. Apple juga sudah cukup jelas memposisikan produk ini sebagai kanvas kosong bagi para pengembang untuk menciptakan dan membuat sesuatu yang baru.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




