650 Orang Kaya Menolak Mati dengan Menjadi Peserta Uji Coba Teknologi Cryopreservation
Jumat, 2 Agustus 2024 | 08:59 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 650 orang kaya di dunia dilaporkan telah mendaftar jadi peserta uji coba teknologi baru bernama cryopreservation. Teknologi itu diyakini bisa membangkitkan mereka dari kematian.
Dilaporkan Dailymail, Jumat (2/8/2024) biaya pendaftaran untuk jadi peserta tidak murah. Setiap peserta harus membayar 170.000 poundsterling atau setara Rp 3,48 miliar ke perusahaan rintisan bernama Tomorrow Bio.
"Tomorrow Bio menjanjikan pelanggannya kesempatan untuk dibekukan setelah mati sehingga mereka dapat dihidupkan kembali di masa depan ketika teknologi sudah cukup maju," sebut Daily Mail.
Perusahaan yang didirikan pada tahun 2020 ini mengeklaim saat ini mereka telah membekukan 6 orang dan 5 hewan peliharaan. Nantinya mereka akan dihidupkan kembali saat teknologi yang ada di masa datang sudah memungkinkan dihidupkannya kembali orang yang sudah mati.
"Kami adalah perusahaan cryonics pertama, dan saat ini satu-satunya, yang menawarkan cryopreservation," ucap Fernando Azevedo Pinheiro, salah satu pendiri Tomorrow Bio.
BACA JUGA
Ini Fakta-fakta Mengejutkan Laporan KNKT mengenai Jatuhnya Pesawat di BSD yang Tewaskan 3 Orang
Cara kerja cryopreservation disebutkan Dailymail adalah dengan cara mendinginkan tubuh hingga minus 198 derajat celsius. Hal itu dilakukan untuk mengunci tubuh dalam keadaan stasis seperti saat kematian.
Kemudian, di masa depan, pasien yang telah meninggal dapat dihidupkan kembali dengan aman dan diobati dengan apa pun penyakit yang menyebabkan kematian mereka.
"Poin penjualan utama bagi calon pelanggan adalah seberapa cepat mereka dapat diawetkan setelah kematian," sebut Dailymail.
Fernando Azevedo Pinheiro mengatakan mereka telah menyiapkan ambulans khusus agar proses cryopreservation berhasil dilakukan. Di dalam ambulans itu telah disiapkan bak es guna menjaga kondisi orang yang telah meninggal tetap ideal hingga bisa dibangkitkan kembali.
"Tim yang ada di ambulans juga akan pijatan jantung dan oksigen untuk memperlambat efek pembusukan," terang Fernando Azevedo Pinheiro.
Setelah diawetkan dengan aman dalam perjalanan, pelanggan kemudian dibawa ke fasilitas penyimpanan jangka panjang di Swiss yang dimiliki oleh European Biostasis Foundation.
Di sini, pelanggan secara bertahap didinginkan hingga minus 198 derajat celcius selama periode 10 hari. Setelahinya pelanggan akan ditempatkan di ruang isolasi dengan vakum yang diisi dengan nitrogen cair.
Secara teori, pasien kemudian akan dapat menunggu dengan aman selama ratusan tahun dalam perawatan perusahaan sampai teknologi siap untuk mereka.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




