Pemerintah Korsel Murka, Hyundai Dianggap Cari Muka ke Donald Trump
Kamis, 16 Oktober 2025 | 06:09 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Hyundai tengah menjadi sorotan setelah langkah besarnya menanamkan kembali investasi besar-besaran di Amerika Serikat memicu kemarahan pemerintah Korea Selatan. Keputusan perusahaan otomotif raksasa itu dinilai memperburuk hubungan yang belum sepenuhnya pulih antara Seoul dan pemerintahan Donald Trump terkait perjanjian dagang baru.
Sejumlah pejabat di Seoul menilai langkah Hyundai tersebut sebagai bentuk “cari muka” kepada Presiden Amerika Serikat, Donal Trump. Bahkan, seorang anggota parlemen secara terbuka menuduh perusahaan itu mencoba mengambil hati pemimpin Amerika Serikat melalui rencana investasi terbarunya.
Langkah berani Hyundai itu diumumkan hanya dua minggu setelah pabrik besar mereka di Georgia digerebek oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE). Dalam penggerebekan tersebut, ratusan pekerja asal Korea ditahan, dan insiden itu sempat menimbulkan kekhawatiran bahwa perusahaan Korea Selatan akan menahan diri untuk berekspansi di AS.
“Namun, bukannya mundur, Hyundai justru meningkatkan nilai investasinya sebesar 32 persen menjadi US$ 11,6 miliar,” tulis Carscoops, Kamis (16/10/2025).
Keputusan itu segera memicu reaksi negatif di dalam negeri. Banyak pihak menilai waktu pengumuman investasi tersebut tidak tepat dan berpotensi memperburuk posisi Korea Selatan dalam negosiasi perdagangan dengan Washington.
Menteri Perindustrian Korea Selatan, Kim Jung-kwan, secara terbuka menyebut tindakan Hyundai “sangat disayangkan”.
“Kami telah memberi tahu Hyundai bahwa langkah mereka sangat disesalkan, terutama mengingat berbagai upaya pemerintah yang selama ini dilakukan untuk mendukung industri Hyundai dan Kia,” ujar Kim kepada media. Ia menambahkan, “Saya percaya Hyundai kini sudah memahami sepenuhnya bagaimana perasaan publik Korea.”
Menurut laporan South China Morning Post, para pejabat Korea Selatan kini tengah bersitegang dengan mitra mereka di Amerika Serikat dalam pembahasan investasi senilai sekitar US$350 miliar. Negosiasi itu dilakukan seiring upaya Seoul untuk menekan tarif impor mobil asal Korea.
Anggota parlemen independen Kim Jong-min menilai langkah Hyundai justru melemahkan posisi Korea Selatan dalam negosiasi tersebut.
“Bukankah negosiasi tarif antara Korea dan AS pada dasarnya adalah negosiasi yang menyangkut Hyundai?” ujarnya.
“Karena Hyundai adalah pemain utama dalam isu ini, saya rasa cara mereka merespons tidak membantu proses perundingan," tambahnya,
Sepanjang tahun ini, Hyundai memang tampil sangat agresif dalam menanamkan modalnya di Amerika Serikat. Pada Maret 2025, perusahaan tersebut mengumumkan investasi senilai US$ 21 miliar untuk memperkuat sektor otomotif, baja, dan robotika. Lima bulan kemudian, pada Agustus 2025, nilai investasinya kembali naik menjadi US$ 26 miliar, disertai janji menciptakan 25.000 lapangan kerja langsung di AS pada 2028.
Langkah Hyundai yang terus memperbesar investasinya di Amerika Serikat, di tengah ketegangan diplomatik dan kritik keras dari pemerintah Korea Selatan, kini menempatkan perusahaan itu dalam posisi sulit, antara ambisi global dan tekanan nasional yang semakin meningkat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




