KNKT Beberkan Penyebab Insiden Jetour T2 di Tol Jagorawi
Sabtu, 14 Februari 2026 | 06:14 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Jetour Sales Indonesia akhirnya buka suara mengenai peristiwa nahas di mana sebuah mobil buatan mereka, Jetour T2 terbakar di Tol Jagorawi pada Minggu, 1 Februari 2026 lalu. Peristiwa itu membuat masyarakat terkejut dan mempertanyakan keselamatan dari Jetour T2.
Hal ini yang kemudian langsung direspons oleh PT Jetour Sales Indonesia. Mereka kemudian meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi untuk menemukan penyebab terbakarnya Jetour T2 di tol Jagorawi.
Dalam keterangan pers, Jumat (13/2/2026), KNKT Jetour T2 terbakar usai mengalami benturan keras di Tol Jagorawi. Api muncul beberapa saat setelah tabrakan, dan hasil investigasi menyatakan sumbernya berasal dari gesekan ekstrem bagian bawah kendaraan dengan aspal akibat tabrak samping.

Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kemenhub RI, Yusuf Nugroho, menjelaskan tujuan pertemuan tersebut untuk memastikan kronologi dan aspek teknis kendaraan dipaparkan secara menyeluruh. “Kami mengapresiasi PT Jetour Sales Indonesia atas respons cepat dalam melakukan investigasi terhadap kejadian yang ada," ujar Yusuf.
"Klarifikasi ini dilakukan untuk memperoleh penjelasan terkait kronologi dan hasil investigasi, termasuk spesifikasi teknis kendaraan dan sistem keselamatan serta mekanisme perlindungan terhadap risiko kebakaran,” sambungnya.
Dalam paparan teknis disebutkan, insiden yang membuat Jetour T2 terbakar merupakan tabrak samping, bukan tabrak belakang. Benturan ekstrem menyebabkan roda depan dan belakang sisi kiri rusak berat. Kerusakan itu membuat kolong kendaraan bergesekan langsung dengan permukaan jalan hingga memicu api sebagai dampak lanjutan pasca benturan.
KNKT juga memastikan sistem keselamatan bekerja sesuai desain. Airbag mengembang sempurna saat benturan, struktur kendaraan tetap stabil dan tidak terguling, serta pintu masih dapat dibuka setelah kejadian.
President Director PT Jetour Sales Indonesia, Peter Zhang, menegaskan investigasi dilakukan secara terbuka dan berbasis data teknis. “Sejak awal kami berkomitmen menelaah insiden ini secara teknis dan berbasis fakta. Hasil investigasi menunjukkan sistem keselamatan kendaraan bekerja sesuai standar yang berlaku. Keselamatan konsumen adalah prioritas utama kami,” kata Peter.
Secara regulasi, perusahaan menyatakan kendaraan telah memenuhi standar keselamatan seperti ASEAN NCAP serta ECE R153 dan ECE R34. Dengan hasil tersebut, KNKT menyimpulkan insiden Jetour T2 terbakar di Tol Jagorawi terjadi akibat dampak lanjutan benturan samping ekstrem, bukan karena kegagalan sistem keselamatan kendaraan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




