Peretas Kini Manfaatkan Gemini untuk Percepat Serangan Siber
Sabtu, 14 Februari 2026 | 14:13 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Google mengungkap temuan terbaru mengenai peretas yang kini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) Gemini untuk mempercepat serangan siber. Dalam laporan Google Threat Intelligence Group, dikutip dari Digital Trends, Sabtu (14/2/2026), disebutkan sejumlah kelompok yang didukung negara menggunakan Gemini di berbagai tahap operasi, mulai dari riset target hingga aktivitas setelah sistem berhasil diretas.
Kelompok yang dikaitkan dengan China, Iran, Korea Utara, dan Rusia disebut menggunakan Gemini untuk membantu pemetaan profil target, menyusun konten social engineering, menerjemahkan bahasa, menulis dan memperbaiki kode, menguji kerentanan, hingga melakukan debugging saat proses intrusi mengalami kendala.
Google menegaskan, penggunaan AI bukan berarti muncul metode serangan baru. Namun, AI membuat proses yang sebelumnya manual menjadi lebih cepat dan efisien.
Dengan bantuan Gemini, peretas dapat mempercepat penyusunan pesan phishing, memperbaiki malware, hingga mengidentifikasi celah keamanan dalam waktu singkat.
Aktor lain juga dilaporkan memanfaatkan Gemini untuk debugging dan riset teknis yang berkaitan dengan aktivitas peretasan. Artinya, AI lebih berfungsi sebagai alat percepatan kerja dibanding menciptakan teknik baru.
Menurut Google, ancaman terbesar dari penggunaan AI ini adalah peningkatan kecepatan serangan. Apabila peretas dapat bergerak lebih cepat dalam menyempurnakan target dan alat serangan, maka tim keamanan memiliki waktu lebih singkat untuk mendeteksi dan mencegah dampak yang lebih besar.
Selain itu, Google menyoroti potensi ancaman berupa model extraction dan knowledge distillation. Dalam skenario ini, pelaku dengan akses API resmi mencoba meniru cara kerja model AI melalui ribuan prompt, lalu menggunakan hasilnya untuk melatih model lain.
Google menyatakan telah menonaktifkan akun dan infrastruktur yang terlibat dalam penyalahgunaan Gemini. Perusahaan juga menambahkan perlindungan khusus dalam sistem klasifikasi serta terus melakukan pengujian untuk memperkuat sistem keamanan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




